Mahasiswa Jayawijaya di Jayapura Laksanakan Pemulihan Trauma

Jayapura, nirmeke.comHimpunan Pelajar Mahasiswa Jayawijaya (HIPMAJA) kota studi Jayapura, siang tadi, Minggu (8/9/2019) melakukan ibadah misa pemulihan bersama dengan warga sekitar asrama, sesama penghuni asrama, senioritas dan perwakilan Pemda Jayawijaya.

Misa Pemulihan Bersama tersebut berlangsung di asrama Nayak I Kamkey, dengan tema Bersatu, Dalam Satu Tungku Dalam Satu Honai.

Perwakilan senior asrama Nayak I Kamkey Alius Asso mengatakan misa pemulihan bersama hari ini untuk membangun komunikasi yang baik di lingkungan sekitar dan menguatkan mereka yang trauma pasca insiden penyerangan asrama Nayak I oleh Ormas Nusantara pada hari Minggu 01 September 2019 subuh.

“mohon dukungan agar pemulihan adik-adik yang trauma ini dapat berjalan baik, dan mereka juga dapat membangun kembali komunikasi yang baik lagi di lingkungan di tempat tinggal mereka agar kedepan mereka dapat bekerja sama,” kata Alius dalam sambutannya di hadapan para tamu dan simpatisan yang hadir.

Ia juga menegaskan untuk para penghuni asrama untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh hal-hal yang memancing situasi Papua sehingga tidak terjadi konflik horisontal yang sengaja di ciptakan oleh pihak ketiga (penguasa).

Sementara itu perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) di kota Jayapura, Victor Tibul ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jayapura mengatakan selama negara masih melakukan pembiaran terhadap pelaku yang mengucapkan kata-kata rasis yang imbasnya ke Papua tidak akan selesai (tenang).

“bagaimana orang Papua mau tenang sedangkan negara terus mengirim pasukan berlapis ke Papua, seakan Papua darurat militer? Ini akan membuat orang Papua marah,” kata Victor.

Ia menambahkan kedamaian bukan soal pikiran tapi soal perasaan dan dengan ungkapan rasisme terhadap orang Papua, mereka menjadi sadar dan bersatu untuk melawan sistem dari negara ini yang tebang pilih terhadap warga negaranya.

Misa Pemulihan Bersama di asrama Nayak I Kamkey tersebut di awali dengan ibadah bersama dan diakhiri dengan makan bersama (bakar batu). (*)

 

Editor   : Agus Pabika

 

Tinggalkan Balasan