Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa dan Rakyat Papua Tolak Permohonan Maaf Jokowi
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Mahasiswa dan Rakyat Papua Tolak Permohonan Maaf Jokowi

Mahasiswa dan Rakyat Papua Tolak Permohonan Maaf Jokowi

admin
Last updated: September 3, 2019 12:10
By
admin
Byadmin
Follow:
6 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Mahasiswa Papua dan rakyat Papua menolak secara tegas permohonan maaf yang di sampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, walikota Malang dan Walikota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur terkait persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Iklan Nirmeke

“kata permohonan maaf, oleh Presiden Jokowi itu kami tidak terima, dan kami mau mahasiswa Papua yang ada di luar Papua harus dipulangkan,” kata Beni Murib mewakili mahasiswa Papua khususnya dari Nduga ketika di temui wartawan. Rabu, (21/8/2019).

Lanjutnya, atas nama seluruh mahasiswa Papua terutama mahasiswa Nduga sesuai dengan situasi yang terjadi di Papua maupun di luar Papua (Jawa) akan tidak aman bagi mereka di tanah orang.

“situasi tidak akan aman, dan inipun akan berlanjut terus sehingga apabila pemerintah tidak ambil langkah tegas untuk mahasiswa yang kuliah di luar Papua. Bila tidak ada solusi lain, maka harus dipulangkan,” katanya.

Ia menambahkan bila tuntutan pernyataan sikap mahasiswa dan rakyat Papua di depan kantor gubernur provinsi Papua, Senin, (19/8/2019) lalu tidak diindakan dalam waktu dekat kami akan turun aksi lagi.

“para bupati se Papua harus sepakati bersama untuk fasilitasi mereka (mahasiswa Papua) untuk dipulangkan karena situasi tidak aman dan masalah rasisme ini tidak akan berhenti, apalagi di seluruh tanah Papua baik Jayapura, Manokwari, Sorong, Timika, Nabire, Merauke, Yapen, Bintuni dan beberapa kabupaten lainnya di Papua Barat sedang tidak aman,” katanya.

Kata Beni, soal pendidikan dan lainnya semua ada di Papua, bukan hanya ada di Jawa sana sehingga dengan tegas kami ingin adik-adik kami dipulangkan segera yang ada di luar Papua.

Sementara itu Alexander Gobai Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM USTJ) mengatakan melihat kondisi dan dinamika yang terjadi dalam aksi rakyat Papua tentang intimidasi dan rasisme terhadap rakyat Papua dan mendapatkan sorotan tentang minta maaf terhadap rakyat Papua adalah  ungkapan yang tidak wajar.

Karena kata Aleks, ungkapan minta maaf dengan ungkapan monyet terhadap rakyat Papua tidak sebanding dan tidak ada harga yang dibayarkan, karena menyangkut harkat dan martabat orang asli Papua.

“Saya tidak terima dengan minta maaf, apalagi hanya diungkapkan di TV ataupun media masa yang segelintir orang tahu,  sementara Rakyat Papua tidak terima dengan ungkapan itu. Mohon maaf. Pejabat daerah setempat yang harus datang ke Papua dan meminta maaf kepada rakyat Papua.  Itu saja,” kata Alex Gobai.

Kata Gobai,  sebutan monyet bukan baru kali ini,  namun sudah berulang-ulang kali,  baik di dunia sepak bola sampai pada dunia pendidikan.  Oleh karena itu,  ungkapan minta maaf,  akan lebih elegan,  bila pejabat datangi di Papua dan Papua Barat dan menyatakan sikap untuk lindungi rakyat Papua dan mahasiswa Papua dan minta maaf.

“Karena hari ini rakyat Papua diinjak-injak  dengan  sebutan rasisme.  Ini bahaya, ” kata Gobai.

Kami berharap, sebutan maaf, tak boleh dilakukan di TV dan media masa.  Lebih baik datang ke Papua. Lalu nyatakan sikap. Itu baru pas. (*)

 

Sumber: Suara Papua (www.suarapapua.com)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Kelompok Sadar Wisata Jayawijaya Dapat Penyuluhan Hadapi PON XX
Next Article Papua Dari Nama ke Nama
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
1 day ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
1 day ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?