Penguasa ingin ciptakan konflik Horizontal di Papua seperti Timor Leste

Oleh: Victor Yeimo

Kamkey 1 September pukul 02.00 subuh . Maikel Karet (21) tewas ditembak dengan peluruh tajam di dada. 16 orang terluka parah. Dari video rekaman warga, terlihat polisi tidak menghalau tetapi justru ikut membeking masa non-Papua menyerang orang Papua.

Apa alasan penyerangan terhadap orang Papua di tempat ini? Padahal non Papua yang ada di Abepura, Tanah Hitam, Youtefa, dan Kamkey tidak diganggu oleh orang Papua. Tidak ada korban nyawa maupun materi di kompleks ini. Karena orang Papua sudah katakan musuh mereka bukan non-Papua tetapi penguasa kolonial. Lalu apa motifnya menyerang orang Papua tanpa alasan? Mereka menggunakan senjata dan menembak mati orang Papua, lalu siapa yang memberi ijin pegang senjata dan siapa yang bermain?

Kapolri dan Panglima TNI baru-baru ini di Jayapura melakukan pertemuan tertutup dengan Barisan Merah Putih, milisi sipil yang dibentuk untuk membela negara. Aksi politik rakyat Papua hendak dialihkan kepada konflik horisontal. Ini permainan lazim seperti di Timor Leste. Penguasa mendorong rakyat saling bantai seperti di Timor Leste. Aktornya adalah Wiranto yang sekarang sedang mengatur untuk kekerasan antar warga di Papua.

Rakyat Papua sudah paham skenario konflik horizontal ini. Gelombang perjuangan masa rakyat Papua saat ini bertujuan untuk menuntut solusi demokratis melalui ruang referendum. Indonesia tidak bisa paksa tahan Papua untuk dibantai terus menerus. Solusi damai harus dipakai untuk selesaikan masalah Papua.

 

*Himbauan ini di sampaikan oleh Victor Yeimo Juru Bicara Internasional KNPB terkait situasi terakhir di Papua pasca demo terkait persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Tinggalkan Balasan