“Buta Pura-Pura” Lukisan karya Yanto Gombo di FBLB 2019

*Karya Yanto Gombo Art

 

Ini Perspektif saya

Terinspirasi dari tanah di Wamena yang memiliki macam- macam warna seperti merah, orange, kuning, coklat, coklat mudah, putih dan hitam.

Saya melakukan eksperimen pertama saya di sana dan menghasilkan sebuah lukisan potret bapak bupati Jayawijaya dengan mata yang berwarna hitam.

Konsep lukisan ini muncul ketika saya melihat masyarakat saya khususnya dalam kegiatan Festival Budaya Lembah Balim (FBLB).

Potret bapak Bupati Jayawijaya ini mewakili semua pemimpin termasuk rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua yang katanya duduk untuk rakyat.

Sedih melihat mama-mama Papua jualan di pinggir lapangan Festival hanya beralaskan rumput dengan pasrah menerima panas dan hujan sambil menatap para pemimpin yang duduk manis di atas panggung.

Tempat yang di sebut “Pasar Festival” harusnya mampu memberi mereka tempat yang layak tetapi kenyataannya sangat tidak mampu menampung dan memberikan mereka stand bahkan beberapa stand yang ada di sana hanya di isi oleh masyarakat non Papua.

Dengan tempat jualan yang seperti ini tentu menurunkan semangat beli dan nilai barang yang masyarakat jual. Kalau seperti ini terus siapa yang bisa melihat ?

Sampai hari ini, banyak sekali masyarakat yang terus jatuh korban karena perang suku, tetapi setiap tahun FBLB pertunjukannya di penuhi oleh Perang-Perangan antar suku kalau begini apa edukasi yang kami dapat? apa yang di lestarikan? Mana peran ISBI yang katanya Kampus seni Budaya?

Bahkan noken terbesar yang berhasil mencetak rekor itupun tidak mengunakan benang asli dari masyarakat. Kalau budaya semakin terkikis siapa yang bisa melihat ini ?

ISBI sebagai satu-satunya Kampus seni dan budaya seharusnya memiliki keterlibatan secara inisiatif dalam kegiatan budaya dalam masyarakat sambil memberikan edukasi untuk melestarikan budaya, tetapi sayang rektor pun masih belum bisa melihat hal ini, terus siapa yang masyarakat bisa percaya? Seharusnya pemimpin itu memiliki mata yang jernih untuk menuntun masyarakat.

 

Karya        : Yanto Gombo
Bahan       : Tanah di atas Triplex
Ukuran    : 1×1 meter
Judul         : Buta pura-pura

 

Tinggalkan Balasan