SMANKOR Buper, sekolah segudang prestasi tapi minim informasi

Jayapura, nirmeke.com – Sejak berdirinya SMA Negeri Khusus Olahraga (SMANKOR) Buper, Waena tahun 2013 silam, sekolah khusus olaraga di Papua yang berada di kota Jayapura ini belum di ketahui banyak oleh masyarakat Papua maupun pemerintah daerah.

Hal tersebut di katakan Yan Ayomi, selaku kepala sekolah SMA Negeri Khusus Olahraga (SMANKOR) Buper, Waena yang baru kepada wartawan. Senin (1/7/2019).

Ia menambahkan Pemerintah seharusnya punya tugas untuk menyampaikan keberadaan sekolah olaraga ini di daerah-daerah sehingga daerah pun tau SMANKOR ini satu-satunya di Jayapura guna kita bisa menjaring anak-anak muda Papua yang memiliki potensi di bidang olaraga.

“SMANKOR siap membina anak-anak yang berbakat di bidang olaraga, sehingga dengan terobosan baru tahun ini kami akan menyurati ke daerah-daerah untuk mengirim siswanya untuk dididik,” katanya.

SMANKOR Jayapura sudah bekerja sama dengan beberapa daerah, misalnya Serui, Biak, Waropen, Wamena, Mamberamo dan beberapa daerah sudah bekerja sama untuk anak-anaknya bisa sekolah disini.

“kedepan dengan program yang baru, SMANKOR sudah punya cabor khusus sehingga daerah-daerah yang mengirim anak-anak langsung masuk di cabor. Misalnya cabor sepakbola, atletik, tinju, bola basket, bola Volly, Pentakwe, dayung, taikondo, karate, tembak, dan angkat besi yang merupakan nomor-nomor terukur yang akan di perbanyak sekaligus untuk menghadapi PON 2020,” katanya.

Sementara itu Selvianus Sefle, selaku bagian kesiswaan di SMANKOR Buper Waena mengatakan sejauh ini SMANKOR Jayapura sudah mencetak banyak prestasi di berbagai bidang olaraga melalui atlet-atlet yang dididik di SMANKOR yang menharumkan nama Papua dan Indonesia di tingkat nasional hingga Internasional.

“banyak atlet yang sudah di cetak oleh SMANKOR, ada yang menjadi pesepak bola di Persipura dan beberapa club Papua lainnya dan juga ada yang ikut olimpiade hingga ke luar negeri namun itu semua tidak sebanding dengan ketidaktahuan masyarakat dan pemerintah atas keberadaan SMANKOR yang tanpa perhatian pemerintah provinsi dan daerah ini,” katanya. (*)

Editor      : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan