Satu lagi, Objek wisata Kasuari hadir di kampung Sogokmo Wemena

Wamena, nirmeke.com Saat akhir pekan atau ketika musim liburan tiba, mengunjungi tempat-tempat rekreasi menjadi salah satu pilihan keluarga. Bagi masyarakat Jayawijaya ada banyak pilihan tempat wisata di Wamena. Yang bisa kita kunjungi juga untuk mengisi waktu liburan seru bersama keluarga.

Liburan bersama keluarga sangat penting, karena aktivitas seminggu penuh bisa menjadikan hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

Kolam renang ini menjadi salah satu objek wisata di Wamena untuk keluarga. Harga tiket Objek Wisata Taman Kasuari adalah Rp15 ribu per-orang. Lokasi kolam renang ini ada di wilayah selatan kabupaten Jayawijaya Distrik Asotipo kampung Sogokmo. Jam buka 09:00 s/d 16:00 WIT.

Fasilitas yang disiapkan di objek wisata Kasuari adalah kolam renang, pondok-pondok, kamar mandi, tempat bakar-bakar, tempat foto disertai tulisan-tulisan.

Moin Wetapo selaku Pengelola Objek Wisata Kasuari mengatakan, kami membuka di bidang pariwisata banyak orang tau bahwa di Wamena itu memiliki pontesi alami, mumi dan mumi ini sudah terkenal sampai di manca negara ketika dihubingi Jubi. Jumat, (28/06/2019).

“Tetapi kadang kita lupa hal kita punya potensi alam yang sangat perlu dikembangkan maka, ini langkah awal kita buka. Menjadi tempat refreshing tidak lagi harus kita pergi jauh-jauh tetapi kita kembangkan potensi yang ada”.

Lanjutnya, setelah kami buka kolam renang ini dari pariwisata banyak yang datang berkunjung dan harapan yang sering sampaikan oleh para pengujung bahwa kolam renang ini perbesar karena banyak pengunjung yang datang sehingga tempat tidak muat.

“Kendala yang saat ini kami mengalami pihak pengelola, karena ukuran kolam yg sangat terbatas karena dibangun sebagi uji coba dan hanya diberuntukan bagi anak-anak, tetapi kondisi sekarang ini banyak orang dewasa juga yang mandi maka kami memohon kepada pemerintah untuk bekerja sama dan kami sudah menyediakan lokasi dan air pun tersedia dari mata air jerni alamia dari gunung. Katanya”.

Moin berharap, ketika kami melihat akan hausnya tempat-tempat wisata seperti ini pemerintah dalam hal ini dinas terkait membuka mata agar bisa dapat membuka tempat potensi alam yang ada dan kita sebagai pemilik hak ulayat juga disarankan jangan menggunakan namanya jual beli tetapi biarkan pemerintah masuk untuk membangun Karena pemerintah bangun itu demi untuk kita maka jangan segan-segan kita membuka potensi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu Leon Hubi warga kota Wamena berharap tempat-tempat pariwisata lokal yang di kelola oleh anak-anak muda Papua dapat di perhatikan serius oleh pemerintah daerah dan dinas pariwisata Wamena untuk membantu mempromosikannya. (*)

 

Reporter  : Teba Hisage
Editor      : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan