BPMK bersama BUMKam Jayawijaya menggelar sosialisasi di distrik Asotipo

Wamena, nirmeke.com Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) bersama Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Jayawijaya memberikan Sosialisasi kepada 10 kepala kampung di Distrik Asotipo. Sosialisasi tersebut berlangsung di Kantor Distrik Asotipo pada Rabu, (22/05/2019).

Kabid BPMK Kabupaten Jayawijaya Lepinus Gombo, mengatakan, tujuan kami memberikan sosialisasi ini karena kepala-kepala kampung belum mengerti tentang intervensi program dari kabupaten tentang penggunaan dana desa tahun 2019.

Oleh sebab itu, kami perlu menjelaskan baik program-program prioritas yang harus dikerjakan melalui anggaran pendapatan belanja kampung (APBK) di kabupaten Jayawijaya yang sudah ditetapkan didalam presentase anggaran yang disampaikan melalui surat edaran Bupati kabupaten Jayawijaya.

“Itu yang kami sosialisasikan supaya mereka bisa benar-benar membuat program dan kegiatan itu menjalankan benar-benar sesuai dengan apa yang sudah diprogramkan itu dan juga bisa kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung, itu sebabnya hari ini kepala-kepala kampung sendiri meminta kami datang ke distrik Asotipo ini untuk menjelaskan melalui sosialisasi,” katanya.

Untuk kedepan, lebih banyak kami arahkan program prioritasnya untuk bagaimana mengelola potensi desa. Jadi potensi desa itu kita gali untuk bisa mendatangkan pendapatan asli desa atau pendapatan asli kampung, supaya disitu bisa meningkatkan pendapatan masyarakat kampung melalui sumber-sumber potensi yang ada di masing-masing kampung sesuai dengan Permendagri nomor 4 tahun 2015 tentang pendirian badan usaha milik kampung.

Kami BPMK Jayawijaya sebagai Pemerintah instansi teknis untuk memfasilitasi semua program dan kegiatan yang dilakukan di masing-masing desa, kami juga sering mengalami kendala dalam hal dimana apa yang kami sampaikan dalam sosialisasi maupun melalui pelatihan-pelatihan tetapi sampai di masing-masing kampung belum bisa menjalankan dengan apa yang kami harapkan.

“Kami juga mengerti kapasitas aparat kampung dan SDM namun itu tanggung jawab kami maka kami harus mendorong, memfasilitasi serta memberikan pemahaman-pemahaman melalui berbagai cara supaya mereka benar-benar mengerti dan melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam regulasi,” katanya.

Harapan kami dengan adanya kegiatan yang sudah dilakukan intervensi program dari kabupaten yang sudah disampaikan melalui sosialisasi ini kita akan mengukur lima tahun kedepan, mulai dari tahun 2019 ini sampai dengan 2023 masa kepemimpinan Bupati Kabupaten Jayawijaya kami akan mengukur kita tanam hari ini akan memetik hasilnya beberapa tahun kedepan. “Ungkapnya”.

Sementara itu Direktur Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Kabupaten Jayawijaya Lamber Kossay mengatakan, Peraturan menteri desa nomor 4 tahun 2015 tentang pembentukan badan usaha milik desa atau kampung.

Di daerah lain seperti di Jakarta dan daerah-daerah lainnya sudah mulai dari tahun 2015 tetapi Kami di Kabupaten Jayawijaya baru mulai bulan September tahun 2018 jadi setiap kampung wajib bentuk Badan usaha milik kampung.

“BUMKam ini juga membantu Pemerintahan Sistem Pemerintahan itu terbatas maka salah satu contoh usaha yang dilakukan oleh BUMKam adalah dalam proses pengolahan beras. kami olah dari persawahan, penanaman padi, sampai panen hasilnya. Maka dana desa yang ada mari kita gunakan penanaman modal dengan usaha-usaha apa saja di masing-masing kampung agar menghasilkan lebih banyak lagi.”

Maka kami mengajak bagi kepala-kepala kampung yang belum mengerti dengan BUMKam ini silahkan datang ke kantor dan kami siap memberikan pemahaman-pemahaman serta bangun diskusi-diskusi bersama agar harapan kami bisa mencapai.”Pungkasnya”.

Yunus Asso selaku kepala Distrik Asotipo mengatakan, di Distrik Asotipo ini semua aspek pembangunan transportasi, sarana-prasarana kantor menurut pengamatan saya sudah berhasil dari anggaran tahun lalu.

Untuk tahun ini kami sangat mendukung program-program yang disampaikan oleh BPMK melalui sosialisasi-sosialisasi seperti ini, di Distrik Asotipo tahun kemarin kami kirim 3 kepala kampung untuk ikut pelatihan atau studi banding ke Jakarta namun untuk tahun ini kami akan kirim 7 kepala kampung,” ujarnya.(*)

Reporter  : Teba Hisage

Editor        : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan