Soal sampah, hanya butuh kesadaran pribadi

Sentani, nirmeke.com – Pekan Olahraga Distrik (Pordis) yang akan digelar pada pertengahan Juni mendatang, sebagai syarat utama dalam mendaftar sejumlah cabang olahrga (cabor) yang akan dipertandingkan adalah membawa sampah seberat 100kg ke bank sampah. Sampah itu akan dikonversi ke rupiah sesuai beratnya.

Manajer tim sepak bola Orange Aspul FC, Fredrik Ohee, mengatakan hal tersebut sangat positif dan turut membantu program pemerintah dalam melaksanakan Go Adipura 2019 yang sudah dicanangkan beberapa waktu lalu.

“Soal sampah ini sebenarnya hanya tergantung kesadaran setiap orang. Apakah mau membuang sampah pada tempatnya atau tidak,” jelasnya, saat ditemui di Sentani, Kamis (16/5/2019).

Dikatakan, sebagai syarat utama dalam pelaksanaan Pordis mendatang, ada dampak yang terlihat. Sebagian tempat-tempat di kota, pasca-bencana mulai bersih dari tumpukan sampah. Demikian halnya di bagian pesisir Danau Sentani.

“Kalau semua tim yang bergerak bersamaan, pasti sampah-sampah yang berserakan sudah bersih. Kami kemarin membawa sampah ke bank sampah kurang lebih 500 kilo,” ungkapnya.

Kendati demikian, Erik sapaan akrabnya, berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dalam momen Pordis saja tetapi sudah menjadi rutinitas masyarakat di daerah ini.

Kepala Distrik Sentani, Budi P. Yoku, mengatakan Kota Sentani sebagai pintu masuk ke Papua. Oleh sebab itu sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih dan jauh dari tumpukan sampah.

“Pasca bencana memang menyisakan banyak sampah, tetapi kepedulian kita sebagai masyarakat sangat diharapkan untuk membersihkan apa yang ada di depan mata. Tidak mungkin semuanya harus dikerjakan oleh pemerintah daerah,” katanya. (*)

 

Sumber: Jubi.co.id

 

Tinggalkan Balasan