Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pedagang meminta pinang, bete, petatas, sagu, kasbi dan ikan hanya boleh dijual OAP
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pedagang meminta pinang, bete, petatas, sagu, kasbi dan ikan hanya boleh dijual OAP

Pedagang meminta pinang, bete, petatas, sagu, kasbi dan ikan hanya boleh dijual OAP

admin
Last updated: May 8, 2019 04:43
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Sejumlah 168 perwakilan pedagang di Pasar Youtefa bertemu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Kota Jayapura Robert LN Awi dalam acara coffee morning di Pasar Youtefa Baru, Sabtu (4/5/19). Para pedagang asli Papua yang mengikuti coffee morning itu meminta Pemerintah Kota Jayapura mengatur hak eksklusif orang asli Papua untuk menjual komoditas tertentu seperti pinang, bete, petatas, sagu, kasbi, dan ikan.

Iklan Nirmeke

Robert LN Awi menyatakan coffee morning itu digelar untuk menyosialisasikan rencana kepindahan para pedagang Pasar Youtefa dari bangunan pasar lama ke bangunan pasar yang baru. Sosialisasi itu antara lain menjelaskan fasilitas dan aturan yang diberlakukan dalam bangunan pasar baru.

Awi menyatakan pihaknya juga mencatat berbagai usulan para pedagang dalam menata Pasar Youtefa. Awi mengungkapkan, ada tiga usulan penting para pedagang. Pertama, Pemerintah Kota Jayapura diminta membuat aturan yang membatasi komoditas khusus lokal Papua seperti pinang, bete, petatas, sagu, dan kasbi hanya boleh dijual pedagang orang asli Papua.

Kedua, para pedagang meminta semua pedagang di Pasar Youtefa yang lama bisa berpindah ke Pasar Youtefa yang baru. Ketiga, para pedagang mengusulkan perencanaan dan penempatan para pedagang yang didasarkan jenis barang dagangan.

“Ketiga hal itu sudah kami catat dan kami tindaklanjuti. Kami sampaikan kepada mereka bahwa mama-mama Papua semuanya akan kami fasilitasi baik dari Kota Jayapura maupun dari Kabupaten lainnya di Papua,” ujar Awi.

Awi juga menjelaskan ada sejumlah usulan lain yang belum bisa ditindak-lanjuti oleh Pemerintah Kota Jayapura. Misalnya, Pemerintah Kota Jayapura belum bisa memindahkan pedagang kios di bangunan pasar lama ke bangunan pasar baru, sehingga mereka harus di Pasar Youtefa lama. Awi juga menyatakan pihaknya tidak setuju jika pasar ditata dengan mengelompokkan pedagang yang berasal dari satu daerah. Awi menegaskan pengelompokan pedagang harus didasarkan jenis dagangan.

“Pedagang yang akan berdagang harus terdata sesuai jenis. Untuk mendapatkan tempat jualan, akan dilakukan undian. Undian ini dilakukan sesuai jenis dagangan masing-masing seperti pedagang sayur, ikan asap, roti, dan bumbu-bumbu dapur ditempatkan sesuai jenis usahanya masing-masing sehingga pembeli dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan,” jelas Awi.

Usulan aturan yang menjamin hak eksklusif orang asli Papua untuk menjual komoditas tertentu seperti pinang, bete, petatas, sagu, kasbi, dan ikan mengemuka dan menjadi permintaan pedagang asli Papua. Salah satu penjual pinang, Eva Gilbres mengeluhkan para penjual pinang yang bukan orang asli Papua telah membuat para penjual pinang asli Papua kesulitan mengembangkan usaha mereka. Gilbres juga menyampaikan ingin menjadi pedagang yang sukses.

“Pertanyaan saya itu semuanya terjawab dan sangat memuaskan. Bapak Kadis perindagkop bilang, kalau mau jadi pedagang yang sukses harus rajin, punya catatan pemasukan, pengeluaran, dan penghasilan, pisahkan uang untuk keluarga dan usaha sehingga usaha bisa berkembang,” ungkap Gilbres.

Pedagang ikan asar Mathina Maniani juga mengharapkan, tidak ada orang non Papua yang nantinya menjual ikan asar di Pasar Youtefa baru. Maniani menyatakan hal itu penting untuk memberi kesempatan para orang asli Papua belajar berdagang, dan tidak langsung dihadapkan dengan persaingan usaha yang terlalu ketat.

“Kami rindu untuk pindah di pasar yang baru ini. Pasar Youtefa yang lama sudah tidak layak. Kalau hujan becek, kalau panas kepanasan,” ujar Maniani. (*)

 

Sumber: Jubi.co.id

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Presiden IMAPAUSA Anis Labene ketika berjabatangan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dan rombongannya – Dok. Anis Labene Mahasiswa Papua di America salurkan bantuan 6.400 dollar AS untuk Sentani dan Nduga
Next Article Festival Film Papua III akan digelar di Sorong pada 6-9 Agustus
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
1 day ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
1 day ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?