Yanto Gombo mahasiswa ISBI Papua, melukis karena hobi

Jayapura, nirmeke.com Melukis merupakan hobi yang jarang dimiliki semua orang. Hanya yang memiliki bakat yang dapat menghasilkan karya-karya yang menarik minat banyak orang dan hasil karya juga dapat bernilai ekonomis yang tinggi. 

 

Yanto Gombo saat menunjukan hasil karya lukisannya yang berada di galery kampus ISBI Papua Waena  - Nirmeke/Agus Pabika
Yanto Gombo saat menunjukan hasil karya lukisannya yang berada di galery kampus ISBI Papua Waena – Nirmeke/Agus Pabika

Yanto Gombo Mahasiswa ISBI Papua kelahiran 1996 ini mampu membuat lukisan menyerupai gambar aslinya dengan berbagai media baik kertas, kanvas, Kulit kayu, sketsa di komputer, tripleks dan tembok bangunan rumah atau gedung.

 

Bakat melukis yang di miliki Yanto sudah mengalir sejak bangku Sekolah Dasar (SD).

Gambar 3D yang di gambar Yanto Gombo - nirmeke/Aguz Pabika
Gambar 3D yang di gambar Yanto Gombo – nirmeke/Aguz Pabika

“sewaktu SD sudah lukis, biasanya tidak ada guru dalam kelas kita baku lomba gambar dengan teman-teman bikin gambar siapa punya yang bagus karena sering gambar di kelas akhirnya terbawa sampai sekarang,” tutur Yanto saat di temui di kampusnya. Kamis, (4/5/2017), Jayapura, Papua.

 

Lukisan/gambar bercerita yang di buat Yanto Gombo - Nirmeke/ Aguz Pabika
Lukisan/gambar bercerita yang di buat Yanto Gombo – Nirmeke/ Aguz Pabika

Dalam aliran melukis kata Yanto, ada berbagai macam aliran diantaranya Realis (gambar menyerupai/mirip), ekspresi, Natural (kelihatan mirip) dan gambar pensil.

Ia juga menerima pesanan untuk mengambar di beberapa tempat di kota Jayapura dan Wamena.

 

“biasanya saya di minta lukis di TK di Sentani, dalam Hotel dan Gereja. Biasanya ukuran 3×4 – 4×4 meter paling lama pengerjaan 4 bulan tergantung ukuran gambar dan kualitas gambar yang di inginkan konsumen. Misalnya untuk gambar pensil dan kanvas bisa memakan menit dan jam tergantung tingkat kesulitannya.” katanya.

Hasil gambar pensil yang di buat Yanto Gombo - nirmeke/Aguz Pabika
Hasil gambar pensil yang di buat Yanto Gombo – nirmeke/Aguz Pabika

Lanjutnya, dalam melukis kesulitan yang di alami Yanto katanya dalam melukis harus sabar. Paling sulit dalam melukis itu seperti Sketsa, Anatomi karena kita harus menyesuaikan dengan pencahayaan warna sehingga akan mendapatkan hasil yang bagus.

 

Kata Yanto ia juga mampu melukis gambar 3D (dimensi) di tembok.

 

Hasil gambar karikatur milik Yanto Gombo - nirmeke/ Aguz Pabika
Hasil gambar karikatur milik Yanto Gombo – nirmeke/ Aguz Pabika

Sementara itu Thedy Pekey berharap anak-anak Papua yang memiliki skill dan talenta seperti ini dapat di dukung oleh pemerintah dengan memberikan mereka ruang dan kesempatan untuk tampil di berbagai tingkatan.

“mereka yang memiliki skill seperti ini jarang di akomodir oleh pemerintah dan besar harapan mereka dapat di rangkul semua baik di bidang seni, budaya dan lukis dalam melestarikan budaya lokal Papua,” katanya.

Setelah Komunitas Papuansphoto mempromosikan Yanto Gombo, banyak tawaran yang mulai berdatangan dari berbagai daerah di indonesia. Ada yang ingin membeli lukisannya dan ada juga yang ingin di lukis wajah mereka. (*)

 

 

Editor   : Agus Pabika

 

 

Tinggalkan Balasan