Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya

Oleh:  Mr. Nomen

 

Bertemu Sepi Degei di pantai Nabire Papua adalah satu kebanggaan yang saya dapat ketika Sepi bercerita semua tentang aktivitasnya di pantai Nabire. Sepi menjual hasil lukisan tanpa mewarnai yang siap diberi warna sesuai minat para pembeli. satu lukisan harganya Rp50 ribu.

Banyak hasil lukisan yang Sepi letakan diatas pengalas terpal warna cokelat disana. Lukisan berdiri melingkar segi empat sebagai pilihan bagi para penikmat seni melukis. Ada berbagai model gambar boleh dipilih sesuai minat.

Ditengah-tengah pedagang kaki lima, non Papua. Sepi dengan semangat giatnya, setiap hari bersantai duduk di badan semen yang melintang. Sekitar empat bulan, Sepi buka pameran di Pantai Nabire.

”sering ada ibu-ibu datang membawa anak mereka kesini lalu mereka mengajak anak mereka untuk mewarnai sesuai pilihan anak mereka. Malam minggu sering agak ramai,” (cerita sepi ke saya).

Pukul 16.00 sore, Sepi sudah di pantai Nabire. Banyak orang berlalu-lalang, mereka hanya melihat Sepi duduk dengan cara perjuangannya sendiri.

”kalau saya bosan duduk, tidak ada penggunjung lagi, saya biasa melukis sendiri,” kata Sepi.

Dari Rp50 ribu per satu lukisan, Sepi sering dapat Rp100 ribu sampai Rp400 ribu. Kadang kalau malam minggu, sampai Rp500 ribu Sepi bawah pulang dari hasil jual lukisannya.

“Kalau melukis itu hobby saya, tapi semenjak saya kuliah jarang saya melukis. Setelah saya pulang ke Nabire, selesai kuliah, saya belum punya pekerjaan, saya coba melukis ternyata saya masih bisa melukis dengan baik dan saya berkeinginan untuk mengisi hari kosong dengan bakat yang Tuhan berikan ini,”cerita Sepi.

“Satu hal lagi yang saya pikir itu, saya mencoba melawan gengsi anak-anak muda saat ini. Sebenarnya saya melihat banyak bakat-bakat yang luar biasa Tuhan berikan tapi kita tidak ingin kembangkan. Saya ingin memotivasi teman dengan gaya perjuangan saya, semoga aksi yang saya buat ini menjadi berkat bagi anak-anak hari ini, terutama anak-anak asli Papua,” kata Sepi.

Sepi Degei anak muda berbakat yang sabar dan konsisten. Pantai Nabire tempat anak muda show, tempat bertemu untuk bernostalgia, berbagi rasa cinta dan kasih. Sepi Degei terlihat berbagi satu kekuatan prima dalam berkarya membangun karakter dalam seni yang bernilai. Melawan gengsi adalah melawan satu penyakit psikogis yang berakar dan menguat dalam generasi milenial hari ini.

“Bertumbuh jangan menunggu jika hari ini ada ruang dan waktunya. Hari ini belum tentu besok. Setiap waktu adalah berkat yang dilimpah kan,”

 

Sumber: mrnomen.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan