Hubungan Tuhan, Alam dan Manusia yang mulai Pudar

Oleh: Mr. Nomen

 

Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam

Hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam sangatlah erat. Kita selalu percaya bahwa Tuhan yang telah menciptakan manusia serta alam semesta. Berarti tanpa adanya Tuhan, manusia serta alam tidak akan tercipta. Budaya kita mengajarkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur atas apa yang sudah tuhan berikan untuk kelangsungan hidup manusia.

Banyak cara untuk kita bersyukur kepada Tuhan dengan bersembahyang, berdoa, beramal, dan sebagainya. Hubungan manusia dengan Tuhan tidaklah sama dengan hubungan manusia dengan manusia. Hubungan manusia dengan Tuhan adalah dengan cara Batin, manusia dengan Tuhan tidak akan bisa terpisahkan.

Hubungan manusia dengan alam pun sama halnya dengan manusia dengan Tuhan.  Kehidupan manusia dapat berlangsung karena adanya alam, alam diciptakan Tuhan untuk dapat memenuhi semua kebutuhan manusia yang dibutuhkan. Manusia dan alam sama-sama saling membutuhkan. Manusia butuh karena hasil alamnya dan alam pun butuh manusia karena alam butuh perawatan. Dan sekarang ini manusia sudah mulai merasakan dampak dari tidak seimbang nya pemakaian dengan perawatan, jadi alam di negara kita kurang mencukupi untuk kebutuhan manusia sekarang ini.

Dan seharusnya antara pemanfaatan alam untuk kebutuhan diimbangi dengan perawatan kita terhadap alam, jadi ada timbal balik antara manusia dengan alam . Dan dari penjelasan di atas antara Tuhan, manusia dan alam sangat saling ketergantungan dan membutuhkan. Hubungan Tuhan, manusia, dan alam sangat erat jika salah satu ada yang tidak ada maka keseimbangan atau hubungan itu akan terganggu dan bahkan mungkin tidak akan ada hubungan antara satu dengan yang lain.

Tiga komponen diatas ini tidak boleh putus hubungan.manusia tidak boleh putus dari Tuhan,dan Alam pun tidak boleh putus dari manusia.kita mesti sadari manusia dapat diurus oleh Tuhan karena tubuh manusia adalah roh Tuhan,Alam menjaga Tanah Papua dengan versi masing-masing sesuai suku dan daerah. Kita mesti memahami apa sebenarnya yang terjadi ketika sinkronisasi hidup terlihat semakin berbeda kini dan masa lalu.

 

Kehidupan Setelah Alam Pergi Dari Kehidupan Suku Mee di Paniai (1939)

Cerita khas dari kakek-kakek tua yang pernah hidup bersama para misionaris di kampung Kebo Paniai Papua:

Saya bertanya kepada tiga kakek-kakek yang memang dulu pernah sekolah dan juga pernah hidup di era para misionaris sebelum datang hingga bersama.

Tanya saya ”Bapak bagaimana perbandingan hidup saat ini dengan kehidupan dimasa lalu sebelum para misionaris datang? Untuk keadaan alam Papua ini, lebih khususnya di wilayah Meepago ini sesuai kehidupan bapak?

“waktu itu di era tahun 1940-an itu, kehidupan luar biasa. makan minum selalu ada, tidak kaya sekarang, setenggah mati baru dapat makan. Untuk alam Papua sangat bersahabat sekali karena dulu orang hidup dalam budaya, apapun kegiatan mau dilakukan selalu alam mendukung,” ungkap bapak German Yogi.

“dulu itu, danau Paniai ini, ikan besar-besar manusia orang tangkap. ubi dan sayuran tumbuh luar biasa, babi juga orang tidak piara tapi besar cepat dan sehat-sehat. tapi setelah orang barat (misionaris) mereka datang lalu pulang, semua yang tadi saya bicara itu, semakin hari, semakin hilang,”kata bapak Egiwo Degei.

“TuanT rusman (misionaris) dia pernah kasih tau saya, ”kamu punya ikan besar-besar ini akan hilang setelah kami kembali ke kami punya tanah,” ucap bapak Simon Nawipa.

 

Potret Hitam Kehidupan Suku Mee (1939-2017)

Saat ini saya melihat kehidupan Suku Mee semakin suram kehidupannya, barangkali penyebabnya hanya satu menurut saya, yaitu; karena Alam Paniai telah dilumpuhkan oleh para misionaris sehingga, Alam dan Manusia telah putus hubungan.

Saya berani berkata demikian karena, saya punya ulasan dan punya data sesuai dengan analisis saya. Lebih spesifiknya melihat kehidupan masa sebelum para misionaris ke daerah Meepago yang saya tangkap dari beberapa cerita kakek tua diatas tadi yang memang benar-benar pernah saya temu dan bercerita. Cerita mereka sangat sesuai walaupun ceritanya agak sedikit mitos tapi janganlah salah ,harta yang sebenarnya terbendung di sebuah cerita mitos yang kadang kala orang menganggap cerita fiksi yang tidak bermaksud.

Suku Mee diujung kehancuran mental, fisik dan moral hanya karena budaya yang melindungi secara umum di wilayah adat Meepago telah dibunuh lalu hilang sehingga jangan heran ketika dulu di Paniai masyarakat hidup apa adanya dari hasil danau, kebun dan ternak, tapi sekarang sudah tidak ada dan semakin menghilang, sama juga di wilayah Deiyai dan Dogiyai.

 

Bagaimana Rekonsiliasinya?

Kembali memperbaiki budaya adalah menempuh jalan yang panjang, tidak mudah se gampang kita ucapkan sepata kata. Orang Mee/Suku Mee sangat kental dengan tradisi hidup berbudaya, ada konsep hidup manusia Mee yang harus dihidupkan kembali seperti cocok tanam (berkebun), berternak (memelihara), berburu dan hidup harus kembali ke gubuk, itu semua demi untuk memperbaiki kehidupan yang lebih baik dengan melakukan kehidupan seperti ini kita telah bersahabat kembali dengan alam kita sendiri di kampung. Hubungan terjalin kembali antara tiga komponen hidup sejati yang harus bersama ”Tuhan, Alam dan Manusia.”

Seorang ahli berkata “negara yang maju adalah yang masyarakatnya bisa menghargai budayanya” sudah jelas bahwa pernyataan ini menjelaskan bahwa budaya sangat berperan dalam perkembangan kemajuan suatu bangsa. Dapat kita ambil contoh sebuah negara Jepang yang dijuluki sebagai negeri matahari. Jepang merupakan satu dari beberapa negara maju yang ada di Asia.

Para ahli meneliti tentang mengapa Jepang bisa menjadi negara maju dalam waktu yang bisa dibilang singkat, terlebih pada saat itu keadaan negara tersebut berada dalam keadaan terpuruk setelah kota Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh pasukan militer Amerika dalam perang dunia ke-II. Hancurnya kedua kota tersebut menjadi suatu pukulan bagi masyarakat Jepang, namun pada saat itu justru bangsa Jepang mampu bangkit dan menjadi negara yang sukses serta mampu bersaing dengan negara-negara maju di Eropa bahkan mampu bersaing dengan Amerika dalam beberapa sektor.

Itulah Jepang dan kebudayaannya, tidak heran jika masyarakat dunia ingin tahu lebih jauh tentang negara tersebut dikarenakan masyarakatnya yang selalu menjunjung tinggi sebuah kebudayaan yang pada dasarnya terlihat sesuatu yang sederhana tapi justru malah bisa menjadi sesuatu yang mendunia. Jepang merupakan suatu negara yang sangat menghargai sebuah kebudayaannya, mereka selalu melakukan suatu acara atau peringatan tahunan agar budayanya bisa terjaga dan bisa terus dilestarikan serta dalam rangka memperkenalkan identitas mereka pada dunia.

Tidak hanya itu Jepang juga dikenal dengan budaya disiplin waktu sehingga menjadikan masyarakat Jepang dikenal sebagai masyarakat yang disiplin dan ulet. Dari itu semua Jepang telah menjadi salah satu negara raksasa di dunia, negara yang maju terutama dalam sektor industrinya. Sebuah negara yang begitu memiliki keindahan daya tarik dari berbagai bidang, sebuah negara yang bisa dijadikan contoh bagi negara-negara lainnya di dunia untuk mencapai sebuah keberhasilan.

 

https://www.kompasiana.com/mhu2012/peranan-budaya-terhadap-kemajuan-suatu-bangsa-jepang_55286ef56ea8347d2c8b45c8

http://jefried.blogspot.co.id/

 

Tinggalkan Balasan