BKD Jayawijaya dinilai tidak terbuka soal penyaluran dana bantuan studi akhir tahun 2018

Jayapura, nirmeke.com Himpunan Pelajar Mahasiswa Jayawijaya (HIPMAJA) bersama mahasiswa penerima bantuan studi akhir kota studi Jayapura mendesak kepada Pemda Jayawijaya untuk terbuka dalam penyaluran dana bantuan studi akhir tahun 2018 kemarin.

Yoni Alua ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Jayawijaya (HIPMAJA) kota studi Jayapura mengatakan hingga tahun 2019 250 mahasiswa studi akhir belum juga mendapat bantuan studi akhir yang biasanya di berikan setiap tahun oleh Pemda Jayawijaya. Kamis, (21/2/2019).

“Tidak semua mahasiswa studi akhir mendapat bantuan. Ternyata mereka yang sebagian dapat ini adalah mereka yang diberikan formulir melalui jalur keluarga oleh petugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bukan perwakilan atau pengurus himpunan sesuai jalur pemberian bantuan studi akhir,” katanya.

Kata Yoni, Hampir 300 mahasiswa studi akhir yang mengumpulkan peryaratan bantuan studi akhir melalui formulir yang di sediakan oleh pengurus Hipmaja namun di tolak BKD dan mereka membuat formulir baru namun tidak di berikan kepada Hipmaja namun melalui individu, keluarga.

“Tidak ada keterbukaan atas penyaluran formulir kepada mahasiawa studi akhir di kota Jayapura, hingga hanya sebagian mahasiswa yang dapat dan tidak semuannya,” kata Yoni.

Karena mendengar hal tersebut, pengurus HIPMAJA bertemu kepala BKD Jayawijaya namun kata kepala BKD anggaran dana pendidikan tahun 2018 sudah ditutup dan tidak bisa di berikan atau di cairkan lagi.

“Kami ingin keterbukaan pengunaan dana studi akhir, bagaimana dengan mereka yang tidak dapat? Berarti masih ada uang kami ingin tau apa uang tersebut sudah di kembalikan ke kas negara atau sudah di gunakan untuk kepentingan lain,” katanya.

Sementara itu Melianus Asso mahasiswa Jayawijaya meminta keterbukaan dari Pemda Jayawijaya dan Dinas BKD dalam proses penyaluran beasiswa karena banyak dari mereka belum mendapat bantuan.

“proses ini sangat merugikan mahasiswa studi akhir, mereka yang berharap ingin menyelesaikan studinya tepat waktu harus terhambat karena kewalahan biaya. Kami ingin keterbukaan pengunaan dana studi akhir kepada mahasiswa, kami ingin bukti pengunaan dana,” tegasnya.(*)

Editor       : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan