PON 2020 diharapkan jadi ajang unjuk bakat seniman Papua

Jayapura, nirmeke.com Para seniman Papua berharap pengelengaraan PON 2020, pemerintah provinsi Papua dapat memberdayakan mereka untuk menampilkan yang terbaik di PON.

Thedy Pekey, pengurus Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua mengatakan penyelengaraan PON 2020 adalah ajag PON yang pertama di ajang Nasional berlangsung di Papua.

“Saya harap kepada pemerintah selaku penyelengara PON harus memberdayakan para seniman Papua, tidak perlu lagi kita datangkan artis-artis dari luar Papua. Kami rasa di Papua kemampuan seniman Papua sangat luar biasa, tidak jauh beda,” kata Thedy.

Selama ini, kata Thedy, mereka (seniman) tertutup karena tidak ada ruang yang pemerintah siapkan untuk berdayakan mereka.

“Saya harap kedepan untuk PON 2020, hanya berselang 1tahun kedepan ini untuk pemerintah provinsi di bawah kewenangan gubernur dan ketua PON kami harap konsisten terkait apa yang sudah di putuskan dalam rapat PON bahwa PON besok ini di isi oleh seniman Papua,” kata Thedy.

KORK Papua berpikir ini penting, sudah saatnya orang Papua harus bangkit melalui seni. Anehnya ketika PON berlangsung di Papua lalu kita datangkan artis dari luar, seolah-olah seniman Papua tidak mampu.

“Saya harap konsisten ini penting. Gubernur dan ketua panitia PON mari kita konsisten memberdayakan seniman Papua, karena mereka mampu untuk menerima penyelengaraan PON ini sekaligus mereka mampu untuk menampilkan yang terbaik di PON,” ujarnya.

Sementara itu Bonny Lani musisi asal pegunungan tenggah Papua ini juga berharap kesempatan PON dapat di manfaatkan oleh para musisi Papua untuk menampilkan yang terbaik kepada penonton nantinya.

“Ini moment yang pas untuk seniman Papua untuk bangkit dan tampil di atas tanahnya sendiri, karena kita ketahui bersama darah seniman sudah mengalir bersama anak-anak Papua dan mereka sudah belajar secara ototidak seperti Arnold Ap, Mambesak, Black Braders dan musisi ternama lainnya yang pernah harumkan nama di tingkat nasional maupun internasional. (*)

 

Reporter  : Unaz Ginia

Editor       : Agus Pabika

 

Tinggalkan Balasan