Lukas Enembe: Dana Kampung pintu utama penyakit menular seksual

Jayapura, nirmeke.com Gubernur provinsi Papua Lukas Enembe mengingatkan kepada para bupati se tanah Papua untuk menggontrol Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan dana desa di masing-masing kabupaten.

Hal tersebut dikatakan Enembe, mengingat tingginya angka penyebaran HIV/AIDS di tanah Papua yang semakin tinggi akibat hubungan seks yang sembarang, dampak dari Miras dan Narkoba.

Hal tersebut dikatakan Gubernur provinsi Papua Lukas Enembe ketika memberikan arahan kepada ribuan para relawan peduli Aids yang di bentuk oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) provinsi Papua. Senin, (18/2/2019).

“Saya sampaikan para bupati se Papua harus kontrol APBD masing-masing kabupaten bersama dana desa dengan menyalurkan dana sesuai dengan program, petunjuk, juknis yang sudah ditetapkan oleh pemerintah agar dana tersebut tidak salah digunakan,” katanya.

Kata Enembe, pengunaan dana yang tidak jelas yang di salurkan ke desa-desa di kabupaten terjadi penyalagunaan karena banyak isu dimana para kepala desa sering menghabiskan waktu berbulan-bulan di ibukota.

“Harus ikuti itu kalau tidak kontrol baik maka pasti dana-dana yang salurkan ke desa akan terjadi penyalagunaan, ada banyak kasus yang sedang terjadi di Papua katanya ada para kepala desa menggunakan dana desa pergi berbulan-bulan di Jayapura, Jakarta dan kota lainnya,” katanya.

Sehingga para relawan ini mempunyai tugas penting untukmensosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada para kepala desa, aparat desa dan jajaran lainnya.

Sementara itu Anias Lengka ketua Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) kota Jayapura mengatakan penyebab lain penularan HIV/AIDS selain hubungan seksual, ada juga karena mereka di pengaruhi minuman keras (alkohol), dan Narkoba.

“terutama anak-anak muda sekarang kalau sudah di pengaruhi Miras atau Narkoba rentan sekali untuk mereka melakukan hubungan seksual sesama teman minum mereka, paranya lagi para kepala kampung yang turun ke kota dan selalu tidur di hotel dan ini rawan sekali terkena virus, dan rawan juga di sebarkan ketika ia kembali ke kampung, secara tidak langsung berpindah ke keluarga,” ujarnya. (*)

Reporter  : Teba Hisage

Editor       : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan