Usia produktif rawan terinveksi HIV/AIDS di provinsi Papua

Jayapura, nirmeke.com – Lebih banyak terjangkit virus HIV/AIDS di provinsi Papua adalah mereka yang usia-usia produktif yang mestinya ia bisa hidup lebih lama puluhan tahun keatas namun akan menjadi singkat hanya karena virus yang menyerang kekebalan tubuh ini.

Hal tersebut di katakan dr. Anton Motte kordinator bidang program KAP Provinsi Papua saat memberikan sambutan dalam kegiatan pertemuan akbar relawan Komisi Penangulangan AIDS  (KPA) di Panggung seni budaya Expo Waena Jayapura Papua, Minggu, (03/2/2019), kemarin.

Anton Motte mengatakan dalam sambutannya, mengapa hari ini penyakit HIV/AIDS justru lebih penting dibandingkan dengan penyakit-penyakit yang lain, masalahnya adalah memang HIV/AIDS tidak ada obatnya.

“Obat Antiretroviral (ARV) yang selama ini bapak-ibu kenal itu dia hanya sifatnya melemahkan virusnya bukan kasih mati virusnya, jadi kalau orang yang terkena HIV/AIDS tidak minum obat ARV berarti yang harusnya meninggal 30 tahun kemudian tetapi jadi singkat hanya 5 bulan samapi 1 tahun saja,” kata Motte.

Kata dr. Max yang menjadi masalah untuk tanah Papua saat ini lebih banyak terjangkit virus HIV/AIDS adalah usia-usia produktif yang mestinya dia bisa hidup sekian puluh tahun akan menjadi singkat. Orang Papua akan habis dari tanah ini hanya tinggal cerita karena HIV/AIDS maka yang menentukan hidup lama atau tidak itu ada pada diri anda masing-masing.

“Kita utamakan injil Tuhan dan takut akan Tuhan saya yakin kalau kita selalu mendekat kepada Tuhan berarti tidak akan melakukan sex sembarangan, Pintu utama HIV/AIDS masuk adalah hubungan seksual.

Ia juga menghimbau kepada seluruh gereja-gereja yang ada di tanah Papua harus bicara HIV/AIDS, selain itu salah satu penyebab seksual adalah minuman keras (Miras) karena sehabis miras ujung-ujungnya melakukan seksual sembarangan.

Ia mengajak teman-teman relawan harus menjadi pahlawan di negeri ini, perlu relawan katakan pada diri anda masing-masing adalah amankan diri anda sendiri untuk “saya tidak miras, tidak melakukan sex sembarang, saya bebas” kemudian memberikan pemahaman tentang bahayanya HIV/AIDS ini kepada masyarakat kita yang belum mengetahui.

“Kami para medis juga akan memberikan pembekalan kepada relawan-relawan tentang pemahaman materi, penguasaan, bagaimana cara berkomunikasi terhadap masyarakat,” harapnya.

Samuel Tabuni selaku tokoh pemuda Papua mengatakan, kita harus membekali usia produktif ini dengan baik agar terhindar dari HIV/AIDS.

“Saya sedang siapkan anak-anak Papua 43 orang disekolahkan di Rusia dan mereka harus sehat jasmani maupun Rohani, saya mohon dengan adanya tim relawan ini bisa masuk ke semua sekolah-sekolah yang ada di Papua ini karena usia produktif ada di sekolah-sekolah tinggkat SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi (kampus),” katanya.

Kata Samuel, dirinya melihat semua jenis ramuan dan obat-obatan dengan miliaran uang untuk menghilangkan virus HIV/AIDS itu hanya bisnis yang mereka lakukan, maka jalan satu-satunya adalah ke Tuhan. Salah satu contoh di Afrika sekarang terjadi perubahan total karena anak-anak mudah semuanya ke gereja dan lupa semua-semuanya. Orang Papua akan bangkit dan berdiri sendiri ketika hanya mengandalkan Tuhan. (*)

 

Reporter                : Teba Hisage

Editor                    : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: