Fredy Degei, Barista asal Papua yang peduli kopi Papua 

Jayapura, nirmeke.com – Demi mengangkat produk lokal kopi Papua, putra terbaik asal Paniai ini mampu bersaing di tingkat bergensi dalam komunitas kopi terbesar, terpopuler dan terluas di Indonesia sekaligus Barista asal Papua yang bekerja di Anomali Coffee.

Dia adalah Fredy Degei, adalah seorang barista asal Papua yang bergabung dan mengikuti pelatihan bersama komunitas Kopi terbesar, terpopuler dan terluas di Indonesia “Anomali coffee”.

Fredy Degei mengatakan dirinya bergabung dan menjadi barista Papua sejak bulan September dan pernah bekerja selama satu bulan di Anomali Coffee dan saat ini sudah tidak bekerja lagi di coffee dan ingin lebih fokus mengembangkan usaha untuk memperkenalkan kopi Papua ke luar Papua.

“Hanya karena termotivasi ingin mengangkat atau mempromosikan produk lokal kopi Papua lebih khususnya kopi asal Meepago,” kata Fredy.

Dengan usianya yang masih muda 26 tahun, Ia mengatakan selama belajar dan bekerja sebagai seorang barista  tidak ada kesulitan dan hambatan dalam menjalankan pekerjaannya.

“Pernah kerja selama satu bulan di Anomali Coffee, tetapi saat ini sudah tidak bekerja lagi di caffe,” katanya.

Lanjut Fredy, dengan keahlian yang dimilikinya kedepan demi mengangkat produk lokal kopi Papua harus dengan mendirikan sebuah caffe di berbagai tempat terlebih khusus di Papua.

“Dengan demikian, saya berharap supaya banyak anak-anak muda asli Papua yang lebih peduli dengan kopi dapat bekerja disitu sebab saat ini kopi menjadi produk yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan adanya perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu Fellix anak Papua yang kuliah di Jakarta mengatakan dengan adanya pemuda Papua ini membawa warna baru di salah satu cafe kedai kopi di Jakarta. Fredy Degei satu-satunya yang telah mendapati autentik berupa rekomendasi dari pemasok biji kopi Papua.

Anomali Coffee adalah salah satu coffee shop yang didirikan oleh beberapa pemuda kreatif sukses di indonesia.

“Yang membuat saya bangga mereka merekrut Fredy Degei sebagai barista di sana, salah satu pemuda asal Dogiyai, Papua,” katanya. (*)

Editor  : Agus Pabika

Tinggalkan Balasan