Warga Organda: Dinas PU bohong soal pengerukan di Organda

Jayapura, nirmeke.com – Warga yang mendiami wilayah Organda, Padang Bulan, Abepura mengatakan kepala dinas pekerjaan umum (PU) kota Jayapura sudah melakukan pembohongan publik soal sudah dikerjakannya pengerukan di bantaran kali Organda.

Hal tersebut dikatakan kepala PU kota Jayapura di hadapan warga dan walikota Jayapura saat kunjungan di tempat banjir tadi siang, Senin (7/01/2018) di Organda.

Ketua RW 04 Perumahan Organda Tonix Tumeno mengatakan kepala PU kota Jayapura melakukan pembohongan publik dan kepada walikota sendiri bahwa dirinya sudah melakukan pengerukan di Organda, padahal tidak sama sekali mereka melakukan pengerukan di daerah Organda.

“Ini penipuan publik, karena depan walikota ia mengaku sudah melakukan pengerukan kali padahal tidak sama sekali,” ujarnya ketika mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

Ia mengatakan menutut kami kerja walikota Jayapura sudah bagus hanya saja OPD-OPD ini yang tidak jujur dan tidak terbuka  kepada walikota pekerjaan apa yang belum di kerjakan dan akibat ulah OPD bagian kepala dinas PU kota Jayapura ini warga Organda menjadi korban.

“Banjir di Organda sudah terjadi tahun 2005 sampai sekarang. Warga organda mengeluh kapan penderitaan mereka ini akan berakhir karena RW, RT dan tokoh masyarakat sudah bertemu dengan walikota berbicara terkait banjir di kota Jayapura namun tidak ada pelaksanaan dari OPD dengan alasan akan dilakukan studi banding/studi kasus namun tidak pernah di implementasikan nyata di masyarakat,” tegasnnya.

Sementara itu Yunus Pulalo ketua RT 002 RW 04 mengatakan masalah dan keluhan banjir di Organda bukan baru pertama kali kami bicara namun belum ada tindakan nyata dari OPD untuk turun lapangan melakukan pengerukan, pembuatan drainase untuk jalannya air.

“Dari tahun 2005 hingga sekarang, banjir hari Minggu, tanggal 6 Januari 2019 ini yang paling para mengenangi daerah Organda,” katanya.

Ia mengatakan Pemerintah berjanji akan melakukan pengerukan dan mencari solusi banjir tidak hanya melakukan pengerukan di mulut goa namun pemerintah harus mencari solusi lain dengan membuat drainase keluar dari mulut gua langsung menuju ke sungai kali Acai.

Sementara itu Marina Rumawak tokoh perempuan yang berada di Organda mengatakan ketika terjadi banjir di Organda air banjir bisa mencapai ketingian 1-1,5 meter sehingga merendam semua rumah warga yang berada di sekitarnya.

“Musibah seperti ini sangat merugikan kami karena barang-barang kami seperti pakean, alat elektronik, buku-buku anak dan sebagainya ikut terendam dan rusak,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan dinas PU kota Jayapura dapat melihat keluhan warga Organda karena akibat pengendapan air  di saluran kali menyebabkan banjir. (*)

Editor  : Admin

Tinggalkan Balasan