10 Tips Street Photography untuk Pemula

 

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, kamu tidak harus pergi ke objek wisata. Lingkungan sekitarmu pun bisa jadi objek foto, seperti area bermain anak, jalanan, atau perumahan bahkan kamu bisa main ke pasar. Seni fotografi ini dinamakan street photography, di mana kamu mendokumentasikan kehidupan sehari-hari dan masyarakat di jalanan. Biasanya genre fotografi ini dilakukan secara candid atau tanpa izin dan sepengetahuan subjekmu. Namun untuk melakukannya juga tak semudah yang dibayangkan. Jadi buat kamu yang masih belajar, kamu perlu mengikuti 10 tips street photography untuk pemula di bawah ini:

Selalu Membawa Kamera

Boleh dibilang street photography selalu berhubungan dengan spontanitas. Kapan saja kamu menemukan subjek menarik, kamera harus selalu siap di tanganmu. Untuk itu kamu perlu membawa kamera kemana pun kamu pergi. Kalau dirasa DSLR terlalu berat dan menyusahkan, maka andalkan kamera pocket atau bahkan smartphone kamu. Intinya, jangan malas untuk melatih spontanitasmu guna mendapatkan hasil foto yang sempurna.

 

Pengaturan Kamera

Pilihlah mode Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/TV) sebagai cara termudah dan tercepat dalam street photography untuk pemula. Mungkin kamu mengira mode Auto/Program (P) akan memudahkanmu, tapi justru mode ini kadang malah menghasilkan kualitas gambar yang melenceng. Begitu juga mode Manual (M) yang hanya akan memperlambat gerakanmu sehingga membuatmu kehilangan banyak peristiwa penting.

 

Memilih Lensa yang Tepat

Lensa adalah perangkat yang sangat penting untuk bisa mendapatkan hasil foto terbaik dari skill fotografi ini. Berhubung kamu akan berada di kerumunan orang dan harus membidik subjek secara candid, jangan memilih lensa tele yang besar. Pilihan terbaik ada pada lensa wide-angle. Ukurannya yang kecil akan memudahkanmu membidik subjek lebih cepat dan tidak berat untuk dibawa bepergian.

 

Jangan Ragu pada Subjek

Tips street photography untuk pemula selanjutnya adalah jangan pernah merasa ragu pada subjek yang kamu temui. Mungkin ada kekhawatiran pada subjek manusia di mana mereka mungkin akan marah atau merasa tersinggung saat kamu memotretnya. Untuk menyiasatinya, kamu perlu melakukan pendekatan secara perlahan dan bertahap. Jangan langsung membidik mereka, tapi berbaurlah dan bersikap ramah hingga mereka terbiasa dengan kehadiranmu. Bila dirasa mereka tidak ada masalah denganmu, lalu mulailah mengambil beberapa gambar.

 

Mendekat ke Subjek

Pemilihan lensa wide-angle atau sudut lebar memungkinkanmu untuk mendapatkan adegan yang bagus, lebih luas, dan dekat dengan subjekmu. Hasil foto yang kamu bidik akan membuat orang yang melihatnya seolah merasa berada di sana pada saat itu. Kebanyakan foto street yang berhasil adalah karena diambil dari jarak beberapa meter atau bahkan beberapat senti untuk menangkap rincian interaksi subjek.

 

Gunakan Paha Sebagai Stand Kamera

Di saat kamu tidak membawa tripod yang memang merepotkan, kamu bisa mengandalkan paha sebagai stand kamera. Kamu hanya perlu menekuk satu lutut di tanah, kemudian letakkan satu siku tanganmu di paha. Cara ini bisa digunakan untuk mengambil gambar yang stabil tanpa goncangan, karena kalau hanya mengandalkan dua tangan saja kadang bisa sulit pada situasi tertentu.

 

Tidak Perlu Mementingkan Kualitas Foto

Kebanyakan fotografer pasti akan mementingkan kualitas foto yang dihasilkan berupa ketajaman dan kejernihan. Namun untuk bisa menjadi seorang fotografer jalanan yang hebat, hal-hal yang justru jadi prioritas adalah drama, cerita, komposisi, dan cahaya pada subjek. Jika kamu bisa menyampaikan cerita subjek yang kamu bidik, berarti foto jalananmu sudah berhasil.

 

Tempatkan Subjek di Luar Frame

Jangan terlalu terpaku pada aturan menempatkan seluruh subjek pada satu frame. Kamu justru bisa mendapatkan gambar yang kreatif dengan menempatkan subjek di luar frame. Ini bisa jadi salah satu cara street photography untuk pemula yang mudah untuk dilakukan. Hasilnya pun berkata lain, di mana gambar tersebut menceritakan aktivitas yang nyata dari subjek yang kamu ambil.

 

Memotret di Malam Hari

Fotografi jalanan di malam hari dengan lokasi area perkotaan adalah peluang besar untuk mendapatkan gambar yang unik. Prosesnya tidak semudah saat membidik di siang hari. Kamu perlu memperhatikan shutter speed lambat untuk menghindari terjadinya motion blur dan memaksimalkan ISO dan aperture untuk mengatasi cahaya rendah. Kamu juga sebaiknya menggunakan mode Shutter Priority (S/Tv) dan tetapkan nilai shutter speed yang ideal. Tujuannya adalah untuk membekukan gerakan subjek sekaligus tidak menyebabkan eksposur berkurang.

 

Nikmati yang Kamu Lakukan

Sama seperti genre fotografi lainnya, kamu harus menikmati apa yang kamu lakukan. Kalau kamu memang ingin menjadi fotografer jalanan, itu harus merupakan kesenangan dari dalam dirimu sendiri. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan. Kalau kamu menikmatinya, maka kamu akan bisa menghasilkan gambar yang menarik. Dengan begitu, kreativitasmu akan terus mengalir untuk terus mendapatkan cerita yang berbeda dari subjek yang kamu temui.

***

Untuk bisa menjalani street photography untuk pemula, kamu perlu kamera sebagai perangkat utamamu. Kamera DSLR, pocket, ataupun smartphone.

 

Sumber: blog.gotomalls.com

 

Tinggalkan Balasan