Refleksi satu tahun jalannya organisasi SAMN 2017-2018

Oleh; Anias Lengka

 

Ketika Bekerja Adalah Kesukaan, Hidup Adalah Kegembiraan

Organisasi maju dan berhasil apabila ada orang yang menggerakannya. Orang yang mampu menggerakkan organisasi ke arah tujuan yang ingin di capai di sebut pemimpin. Pemimpin di perlukan untuk merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan melakukan pengawasan sumber daya organisasi dalam rangka mencapai sasarannya. kepemimpinan adalah inti dari manajemen dan organisasi. “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berusaha menghormati bawahan pada saat mereka berprestasi” dan memberikan pujian secara tulus.Bukan yang berusaha memergoki bawahannya pada saat berbuat kesalahan dan menghukumnya.

Tanggal 20 November 2017, merupakan hari bersejarah bagi terbentuknya Ormas Solidaritas Anti Miras Dan Narkoba ( SAMN ) pada saat itu, organisasi ini di bentuk secara suka rela berdasarkan kesamaan pendapat dan kebutuhan karena  dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat Papua. Banyak generasi muda Papua krisis kesadaran tentang pentingnya arti kehidupan serta harapan masa depan generasi muda, setiap saat jadi  korban dengan hadirnya miras dan narkoba di kalangan masyarakat Papua maka , ide untuk berantas miras dan narkoba ini lahir.

Akhir-akhir ini kondisi lingkungan kita kadang kita dengar bahwa angka kriminal , meningkat pencurian terjadi dimana-mana, kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di mana-mana, bahkan keluarga kadang menjadi korban karena akibat ayah setiap saat konsumsi minuman keras sehingga akibatnya kebutuhan rumah tangga tidak terpenuhi serta kekerasan terjadi di kalangan masyarakat.

Kondisi lingkungan di Papua, banyak generasi muda Papua menjadi korban akibat miras dan narkoba serta sanak saudara kerabat, handaitaulan kita yang di anggap hebat ada yang meninggal serta terjadi kecelakaan laka lantas yang ujung ujungnya menjadi korban nyawa/meninggal karena minuman keras dan juga narkoba, sehingga solidaritas ini lahir di tengah tengah kalangan masyarakat Papua guna menyadarkan para pecandu miras dan narkoba agar merubah perilaku hidup dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat menuju ke lingkungan kesadaran akan penemuan jati diri serta mengarahkan sesama menuju ke jalan yang lebih baik demi menjaga Papua yang sehat dan damai di lingkungan serta damai antara sesama.

 

Tentang pendiri SAMN

Sosok aktivis yang lahirkan Ormas  SAMN adalah pendiri Forum peduli pembangunan masyarakat Jayawijaya (FPPMJ) Yulianus Mabel,  jalannya ormas SAMN saat ini secara mandiri dan semua anggota pengurus bekerja secara suka rela dengan panggilan jiwa sosial yang sangat besar untuk selamatkan rakyat yang ada tanah Papua. Sejauh ini Ormas SAMN hanya ada di tiga kabupaten kota antara lain Kota Jayapura ,Kabupaten Jayapura, dan Jayawijaya dengan berjalannya waktu ormas ini akan melebarkan sayapnya di setiap kabupaten kota yang ada di provinsi Papua agar dapat menjaga dan mengawasi peredaran minuman di seluruh Papua sesuai Perdasi nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan, peredaran, produksi, penjualan.

Miras dan narkoba juga menjadi pemicu konflik di kalangan masyarakat dan juga ada beberapa hal misalnya kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan lalulintas , anak usia sekolah putus akibat kecanduan miras dan narkoba sehingga terjadi gangguan saraf dan sebagainya. Ada banyak hal yang di alami oleh masyarakat Papua. dengan kehadiran miras serta narkoba di kalangan masyarakat. padahal miras dan narkoba bukan budaya orang Papua. Namun karena banyaknya pintu masuknya barang-barang haram ini sangat terbuka ,maka miras dan narkoba serta ganja dan sabu-sabu sehingga generasi muda Papua yang awalnya tidak tahu konsumsi hal-hal tersebut namun karena pengaruh lingkungan maka semakin berkembang di kalangan remaja / anak usia sekolah di masa kini.

 

Data Dan Fakta Koban Miras Dan Narkoba

Saat ini hingga satu tahun SAMN, Sebagai salah satu organisasi yang lahir dengan melihat situasi dan kondisi kehidupan masyarakat papua yang hampir mau habis di bunuh oleh monster pembunuh dalam bentuk cairan yang  botolnya sangat menarik warna airnya pun sangat cantik untuk di nikmati oleh setiap insan pria maupun wanita.

Namun di balik kecantikannya itu menyimpan banyak racun yang mematikan sel-sel jaringan tubuh yang sangat penting hingga membuat penikmat minuman beralkohol tersebut tumbang setiap hari karena miras dengan berbagai macam penyebab perang antara suku, kecelakaan, KRT, Putus sekolah, Tingginya kasus HIV/AIDS akibat berhubungan seks dengan tidak aman dalam kondisi mabuk ,bahkan meninggal Dunia.

 

IRSMS Sistem informasi kecelakaan lalu lintas

Laporan Periodik

01  Januari 2018   – 05 November 2018

Polda Papua

Jumlah Total Laka Lantas 1244 ( 27% )
Jumlah Kej.Laka Berakibat Korban Meninggal Dunia 205 ( 5 % )
Total Nilai Material Kendaraan Rp: 7.200.200,008 (18% )
Total Korban Meninggal Dunia 240 ( 9% )
Total Korban Luka Berat 727 ( 28% )
Total Korban Luka Ringan 1263 ( 29% )
Sumber: Dir. lantas polda Papua (06 Nov/2018)

Sumber: Badan Nasional Nasional Provinsi Papua (06 Nov/2018)

Dari jumlah di atas dapat kami merefleksikan bahwa, salah satu penyebab terbesar berkurangnya penduduk pribumi Papua dalah minuman keras dan narkoba.

Selain itu, saat ini penting adanya kesadaran diri dari setiap orang yang suka konsumsi minuman keras, terlebih khusus orang asli Papua kesadaran itu harus di bangun mulai dari pribadi, keluarga, Komunitas sekolah, kampus, gereja dan kalangan umum. Walaupun “membangun kesadaran orang lain itu sulit”, tetapi dengan edukasi dan sosialisasi yang baik dan secara rutin pasti akan  menyadarkan para konsumen miras di tanah Papua. Tanggung jawab pemerintah sebagai pembuat Perdasi miras  Nomor 15 tahun 2013 akan kami terus harus dorong dengan dukungan dari seluruh rakyat merasa diri korban dari miras, agar berjalan dengan baik demi menyelamatkan Manusia.

 

Tantangan yang di hadapi

“Cerita Motor Hilang, sejak di kukuhkan banyak tantangan yang di hadapi ketika, hal paling menyakitkan terjadi saat motor saya di rampok oleh maling, waktu itu usai membagikan surat pemberitahuan untuk sosilisasi bahaya miras di beberapa asrama di kota Jayapura, karena lelah saya meminjamkan motor kepada Adam Rumpumbo untuk membawah motor saya pulang sejak saat itulah motor hilang hingga sekarang, Adam Rumpumbo adalah si wakil ketua SAMN Kota Jayapura, ini singkat cerita tentang hilangnya motor  yang tidak mematahkan semangat kami terus bersuara melawan minuman keras di tanah leluhur kami.”

Sosialisasi yang kami lakukan di beberapa asrama di kota Jayapura dapat mengukur bahwa simpati Mahasiswa Papua untuk melawan miras memang satu hal yang sangat penting mengigat, bahwa miras menjadi salah satu ancaman bersama yang harus di lawan oleh semua pihak yang ada di provinsi Papua sehingga tidak lagi menanmbah korban Jiwa di pihak masyarakat Papua. Dari sosialisasi itu juga menyadarkan beberapa pemuda/mahsiswa yang selalu mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut di antaranya Asrama Mahasiswa Pegunungan Bintang, Asrama Tolikara, Asrama Nayak, Asrama Puncak, Asrama Kerom, Asrama Maberamo Raya, Acemo dll.

Beberapa hal penting yang dapat kami capai adalah membawa pemuda-pemuda Papua yang hari-harinya sering mengkonsumsi minuman beralkohol, membawa mereka di dalam  kepengurusan dan ikut menjalankan sosialisasi aksi demonstrasi dengan slogan “Jangan Malu Karena Ko Suka Mabuk”, Makanya sering dengar kata orang bahwa orang yang melawan miras adalah orang-orang yang benar anti terhadap minuman keras tapi kami katakan ‘Tidak, Karena salah satu cara untuk menyelamatkan orang dari kebiasaan buruk adalah dengan melibatkan mereka melawan kebisaan itu. Capaian ini bukanlah suatu prestasi yang harus kami membanggakan diri dari hasil, tetapi capaian ini membangkitkan kami untuk terus kerja lebih keras lagi di seluruh pelosok tanah Papua menyampaikan pesan, bahwa dengan mengkonsumsi minuman beralkohol hanya dapat membunuh diri kita sendiri secara jasmani maupun rohani.

Tutup toko dan musnahkan minuman keras memang harus di lakukan tetapi penting juga lakukan sosialisasi dan tempat rehabilitasi bagi pecandu miras karena sebagian orang Papua sudah kecanduan minuman beralkohol, sehingga pemerintah memikirkan secara baik,jika memang sungguh-sungguh dengan hati mau menyelamatkan rakyat Papua dari maut. 

2.121.436 (Sumber P.I news 2017) Jumlah penduduk orang asli Papua kurang lebih 30% sudah kecanduan minuman beralkohol, jika ini di biarkan, maka mereka yang sudah kecanduan memiliki harapan hidup yang singkat sehingga untuk menyelamatkan mereka harus ada tempat rehabilitasi melalui dinas terkait.

 

Harapan

Harapan kepada pemerintah kabupaten kota, sesudah di tetapkan Perda miras dan penanda tanganan pakta integritas di lakukan sisa hanya empat tahun untuk menjalankan Perda tersebut dalam jangka waktu yang singkat ini, pemerintah harus menjalankan secara serius dan rutin sesuai komitmen Papua harus bersih Miras, karena SAMN akan selalu kawal Perda miras selama minuman keras masih ada di tanah Papua. Pemerintah juga berani menjalan komitmen bersama yang  sudah di tanda tanggani bersama di halaman kantor gubernur Provinsi Papua. Masyarakat Papua khususnya OAP penting untuk menyadari dan membuang kebiasaan buruk yang selalu mengkonsumsi minuman beralkohol harus sadar secara total.

Pihak-phak yang terlibat dalam penanda tanganan pakta integritas yakni dua institusi aparat keamanan TNI/Polri juga kami berharap dapat bekerja secara serius jangan menjadi tameng bagi pengusaha miras untuk menagkap ,mengintimidasi, memukul masyarakat yang di pengaruhi minuman beralkohol, kami harus jujur mengakui bahwa kerja-kerja dari aparat keamanan selama ini secara kasat mata memang tidak berjalan secara maksimal.

Jalannya SAMN selama satu tahun ini juga kami sampaikan banyak terimaksih atas berkat dorongan dan motifasi oleh pemilik Usaha Elisabet Salon Eti Elisabet Tebay, Edison Lambe, Nason Utty, Meki Wetipo, Soni Wanimbo, Jhon NR. Gobay, Eka Yeim, Yunus Lengka, Agus Pabika, Frengky Ikinia, Adam Rumpumbo, Jane, Olla, Tobenus, Ruben Magai, Miki Wuka, Leo Himan, Arnold Belau, Hengki Yeimo, Kakak Henny Reporter Papua TV, Emenus Lambe, Didimus Dabi, Laorens Wantik, Nikius Bugiangge, dan semua pengurus SAMN Papua dan SAMN Kota Jayapura kami sampaikan banyak terimaksih

Akhir dari tulisan ini Kami badan pengurus dan seluruh anggota SAMN Kota Jayapura mengucapakan Selamat Ulang Tahun Solidaritas Anti Miras Dan Narkoba Papua Yang Ke – I  semoga pengusaha miras menyadari bahwa, usaha yang mereka lakukan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan untuk membunuh masyarakat nusantara dan OAP yang ada di atas tanah Papua.

 

Penulis  Adalah, Pekerja Sosial Di Soliaritas Anti Miras Dan Narkoba (SAMN) Sebagai Ketua Di Kota Jayapura

 

Editor  : Admin

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: