Perang suku di Papua hanya menghabiskan orang asli Papua

Jayapura, nirmeke.com Konflik perang suku Kimyal dan suku Ngalik di Yahukimo terkesan ada pihak tertentu sedang bermain, kami harapkan perang suku di Yahukimo segera dan harus dihentikan karena rakyat Papua mati sia-sia.

Hal tersebut di katakan Aktivis Yahukimo Ones Suhuniap melalui pesan WhatsApp yang di terima redaksi nirmeke.com beberapa waktu lalu. Kamis, (8/11/2018), Abepura, Papua.

Ones juga berharap semua orang yang berkompoten untuk segera melihat konfilik dua suku di Yahukimo agar tidak meluas.

“Gereja, pemerintah, NGO, pemuda, mahasiswa dan masyarakat Papua kita harus melihat perang-perang suku ini dengan serius.
Hampir sebagian besar kabupaten pemekaran hasil otonomi khusus sedang perang. Tahun 2018 ini ada perang suku buatan menghabiskan orang Papua secara sytematis,” kata Ones.

Ia mengatakan perang di Papua ini dibuat hanya untuk menghabiskan orang Papua secara terstruktur, orang Papua semakin habis hanya karena perang suku yang tidak menyelamatkan hidup manusia.

Untuk perang di Yahukimo, Pengunungan Bintang dan di Wamena, ini harus disikapi dengan cepat, dirinya sebagai anak Papua sangat prihatin dengan kondisi permusuhan orang Papua melalui perang suku. Ikatan Mahasiswa Yahukimo yang ada di kota studi Jayapura harus bersatu dan mendesak pemerintah hentikan perang ini.

“Perang suku di Yahukimo jangan bawah ke tingkatan pemuda mahasiswa. Mahasiswa ada intelek dan maha tau oleh karena itu mahasiswa bersatu untuk menghentikan perang. Saya pesan Semua mahasiswa dari 51 distrik di Yahukimo yang ada di Jayapura bersatu bersama teman-teman dari dua suku ini dan sikapi bersama,” kata Ones.

Jangan rakyat mati sia-sia, Ones berharap Aktivis mahasiswa, aktivis pemuda, masyarakat Yahukimo yang ada di Jayapura harus duduk  sikapi ini cepat. Kami tidak bisa juga hanya melihat perang suku di Yahukimo tapi semua daerah. Perang suku di Yahukimo, Pengunugan Bintang dan di beberapa kabupaten lain adalah masalah kita. Ini ancaman terhadap populasi manusia Papua secara systematis.

“Mari bersatu, jangan kita korban sia-sia dibalik skenario pihak tertentu. Kita tidak boleh dijadikan kambing hitam. Bersatu mendesak pemerintah harus menghetikan semua perang suku di Papua, negara tidak bisa lepas tanggung jawab,” kata Suhuniap.

Kata Ones, rentetan peristiwa perang suku dibeberapa kabupaten di Papua, seperti perang di Nduga, perang di Puncak, perang di Tolikara, perang di Wamena, perang di Pengungan Bintang, perang di Timika, perang di Yahukimo, ini siapa aktor intelektual, siapa yang mengatur skenario ini dan atas kepetingan apa?

“Mari bersatu melawan perang suku buatan, perang suku siluman dan perang suku hanya menghabiskan manusia Papua.
Jika kita peràng suku habis siapa yang akan menikmati kekayaan alam di tanah. Kita habis karena perang suku siapa akan menguasai tanah kami,” katanya.

Hentikan perang suku menghabiskan sesama orang Papua, kasihilah musuhmu, kasihilah mereka yang ingin mencelakaimu, kasihilah orang yang membencimu seperti kita mengasihi diri kita sendiri itulah Hukum Tuhan, hukum alam dan Hukum nenek moyang kami.(*)

 

Editor  : Admin

 

Tinggalkan Balasan