Wisata sejarah Mumi Aikima

Jayapura, nirmeke.com – Desa Aikima adalah salah satu desa di Distrik Pisugi yang berada dekat dengan Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya. Lokasi di arah sebelah Utara, kira-kira berjarak ± 14 km dari Kota Wamena.

Disini bisa kita jumpai Mumifikasi jasad Kepala Suku Perang Mumi Aikima yang merupakan kerabat dari Mumi Agatmamente Mabel (Humomumi Wo’ogi). Umur mumi Aikima tersebut belum dapat dipastikan, namun adat yang memperkirakan sekitar ± 250 an tahun.

Mumi Aikima tersebut memiliki nama asli Kepala Suku Perang Weropak Elosak, ini adalah salah satu mumi kepala suku perang yang diawetkan dengan ramuan tradisional sama seperti beberapa mumi kepala suku perang dari klen suku lainnya.

Proses mumifikasi terhadap jasad tersebut dilakukan melalui pengasapan dan pembalseman selama kurang lebih tiga bulanan secara terus menerus. Kemudian setiap lima tahun sekali akan diadakan upacara adat sekaligus pemolesan lemak babi (balsam) di tubuh jasad mumi dan pemasangan gelang (tipar) di Ieher mumi tersebut. Untuk memprediksi umur mumi tersebut dapat dilakukan dengan menghitung jumlah banyaknya kalung di lehernya.

Karena kondisinya yang sempat mengalami kerusakan akibat tidak terawat dengan baik. pada tahun 2012 Ialu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya bekerja sama dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua telah melakukan konservasi dan perbaikan kondisi tubuh Mumi Aikima. Saat ini, tubuh mumi Weropak Elosak telah ditempatkan didalam sebuah kaca (aquarium) pengawetan.

Jika kita mau mengunjungi lokasi objek wisata Sejarah Mumi Aikima ini, kita harus berangkat pukul 08.00 WIT pagi dari Kata Wamena agar kita bisa langsung menjumpai penjaga Objek Wisata Sejarah mumi Aikima tersebut.

Aksesnya menuju lokasi objek wisata sejarah mumi Aikima, dapat dijangkau dengan kendaraan umum dengan biaya sebesar Rp 15.000,-

Untuk dapat memasuki lokasi area Objek Wisata Alam Pasir Putih Aikima, biasanya masyarakat setempat menarik biaya berdasarkan kendaraan yang digunakan, bagi kendaraan roda 2, akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000, dan bagi kendaraan roda 4 ditarik biaya sebesar Rp 50.000 100.000 per rombongan.

Untuk biaya perorang biasanya dikenakan tarif sebesar Rp 20.000, bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan.(*)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: