Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri

Jayapura, nirmeke.com – Nela Fakdawer, 45 Tahun, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus perempuan Papua yang tangguh dan gigih. Tak heran memiliki gaji tetap namun ia tidak selalu berharap dari gajinya saja ia juga mampu bersaing dengan pedagang non Papua di Jayapura.

hanya memiliki tekat dan kemauan yang besar mama Nela, mampu membuka usaha Depot air galon isi ulang di jalan Biak, Abepura, Papua.

Usaha depot air galon tersebut ia tekuni sejak Tahun 2014 lalu.

Awalnya tidak ada pikiran untuk membuka usaha namun ketika berdiskusi dengan keluarga depan rumah ia tak sadar melihat mas galon yang sedang mengantar air galon pesanan warga didepan rumahnya, saat itulah ide untuk membuka usaha depot galon muncul.

Kenapa tidak kalau saya membuka depot galon? Pikirnya, dengan idenya tersebut muncul obrolan singkat dengan keluarga dekatnya untuk membuka depot galon, semua keluarga mendukung sepenuhnya.

Singkat cerita mama Nela Fakdawer membuka diskusi kami di siang itu, saat diwawancarai wartawan di kios sekaligus depot air galon. Jumat, (21/10/2016).

Tak hanya itu mama Nela, juga belajar tentang cara mendatangkan barang,  pengoperasian dan harga mesin.

ia menanyakan langsung kepada kenalannya yang memiliki depot galon untuk berbagi pengalaman. untuk mendatangkan mesin galon mama Nela harus menyicil uang Rp50 juta.

Melihat banyak anak-anak asrama, kos dan kompleks yang menjadi pembeli air galon biasanya ada juga pelangan tetap dari wilayah Kamkey sampai Tanah Hitam dengan alasan air dan fasilitasnya bersih,” kata mama anak ke 6 dari 8 bersaudara ini.

Usaha depot galon yang dijalankannya selama 2 tahun lebih tersebut mama Neli Fakdawer sudah dikembangkan lagi dengan usaha kios, jual pulsa dan agen minyak tanah.

Dengan usaha tersebut ia mengaku dapat mencukupi kebutuhan ekonomi untuk pendidikan dan kebutuhan anak. Mama Neli sendiri mempunyai 4 anak 1 perempuan dan 3 laki-laki.

“Setiap usaha yang saya jalankan bersama keluarga bisa memenuhi kebutuhan, tidak harus menunggu orang lain untuk membuka dan menjalankan usaha. Depot air yang biasa dijual air mineral dengan harga Rp5 ribu antar Rp7 ribu dan air Oksi Rp7 ribu antar Rp9 ribu,” ujarnya.

Ia mengaku setiap hari 30 galun yang terjual dengan harga Rp150-200 ribu. Dalam sebulan penghasilannya mama Neli bisa mencapai Rp4.500 ribu sampai Rp6.200 ribu belum lagi penghasilan dari menjual pulsa dan agen minyak tanah.

Kata mama Neli, usahanya megutamakan kebersihan air maupun mesin karena selama 6 bulan sekali selalu dibersihkannya dan selalu di cek oleh balai POM.

“Yang selalu menjadi kendala ialah pada saat pemasangan atau pergantian filter tapi sekarang saya bisa menganti sendiri namun untuk bagian mesin yang diperbaiki tukang service.”

Mama Neli, mengatakan orang Papua tidak boleh kalah dengan orang lain (Non Papua) dalam membuka usaha dan tidak boleh tertinggal.

Pemberian bantuan oleh Pemprov Papua belum tersentuh kepada seluruh orang Papua, berikan bantuan kepada mereka yang mau untuk menjalankan usaha jangan hanya memberikan bantuan namun tidak menjalankan usaha  tersebut.

“Saya puas dengan usaha yang saya jalankan sekarang, dengan hasil usaha saya mampu membiayai anak pertama hingga kuliah yang lain masih di sekolah menengah. Saya juga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan perekonomian dalam keluarga,” ujarnya. (*)

Editor       : Admin

Tinggalkan Balasan