Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Diskriminasi di tanah Papua, dari konteks rasial, pembangunan hingga pelayanan publik
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Diskriminasi di tanah Papua, dari konteks rasial, pembangunan hingga pelayanan publik

Diskriminasi di tanah Papua, dari konteks rasial, pembangunan hingga pelayanan publik

admin
Last updated: June 29, 2022 02:36
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Terkadang manusia tak menyadari bahwa ada diskriminasi antara sesama manusia. Pangung olaraga sepak bola bisa menjadi ruang dimana teriakan-teriakan bernada rasial keluar ketika emosi meletak-ledak. Disitulah kelihatan dimana masih ada kebencian dan saling menghasut guna mengundang konflik dan pertikaian antara saudara sesama bangsa.

Iklan Nirmeke

Tak heran kalau pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) pelawan diskriminasi seperti Marthin Luter King di Amerika Serikat menuturkan masih punya mimpi untuk semua pihak saling bergandengan tangan. Begitu pula Nelson Mandela masih memaafkan pemimpin apartheid di Afrika Selatan. Bahkan Nelson Mandela dalam rekonsiliasi disana mengatakan memaafkan boleh saja asalkan proses hukum tetap berlangsung.

Tokoh-tokoh kulit hitam dari Afrika telah memberikan ajaran agar jangan selalu membalas ujaran kebencian terhadap sesama. Apalagi di dunia modern dan jaman now, semua informasi datang dalam hand phone android tanpa seleksi dan tinggal memençet saja.

Oleh karena itu, semua puhak mulai bangkit dan mengingatkan agar jangan percaya berita Hoax maupun ujaran kebencian. Baliklah berjabat tangan dan saling merangkul menatap masa depan. Walau sulit mendaki gunung kehidupan, maka ada harapan di balik itu. Tolak semua perlakuan diskriminasi di dunia dan di indonesia khususnya di tanah Papua.

Belajar dari Nelson Mandela yang memiliki sikap pemaaf luar biasa, bahkan selalu berjuang dengan damai. Tak heran kalau sistemnya yang di kumandang forgive but don’t forget yang menjadi pelajaran dunia untuk rekonsiliasi.

Diskriminasi di tanah Papua, jika melihat fakta di kalangan masyarakat Papua, masih ada diskriminasi rasial. Tidak hanya antara non Papua dan orang asli Papua, juga antar sesama orang asli Papua sendiri, dari wilayah tertentu dengan wilayah lain. Hingga dalam politik dan sistem pemerintahan juga sama diskriminasi itu terus di bawah.

Di Papua Bhineka Tunggal Ika hanya di atas kertas. Orang Asli Papua (OAP) dan non Papua harus menyadari ini. Bagaimana meminimalisir diskriminasi, hingga semboyan berbeda-beda tapi satu, terwujud di Papua.

Fakta hingga kini masih terjadi diskriminasi di Papua. Tidak hanya di kalangan masyarakat, juga dalam konteks pembangunan hingga pelayanan publik. Dalam konteks pembangunan selalu diawali dari kota, bukan dari kampung ke distrik. Jika pembangunan dari kota yang menikmati adalah kelompok tertentu sementara masyarakat di kampung kesulitan mendapatkan air bersih, penerangan, pelayanan kesehatan hingga pendidikan.

Penegakan hukum juga masih diskriminasi. Tergantung apakah pelaku punya kekuatan atau tidak. Kalau punya kekuatan, penegak hukum juga masih lihat situasi dan masih mikir-mikir sehingga kampanye anti diskriminasi dinilai masih pada tataran sekeder bicara. Faktanya masih jauh, sulit diwujudkan. (*)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Militer Indonesia di tanah Papua
Next Article Di Wamena, Tempat produksi Miras ilegal mulai di sweeping
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM
Ekonomi & Bisnis
2 hours ago
Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya
Ekonomi & Bisnis Pariwisata
4 hours ago
Interupsi Senator Papua Barat Daya di Paripurna DPD RI, Tolak Sawit dan Penambahan Markas TNI di Papua
Lingkungan Tanah Papua
4 hours ago
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
4 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?