Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Lukas pu cerita (Bagian kedua)
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Lukas pu cerita (Bagian kedua)

Lukas pu cerita (Bagian kedua)

admin
Last updated: March 27, 2018 12:41
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

 

Iklan Nirmeke

Oleh : Adry Hubi

 

Tiba lah hari ujian praktek. Semua teman sekelasnya memakai pakaian tradisional daerah masing-masing untuk tarian, teman-temannya yang asal Wamena ada yang memakai kare-kare yang diabuat dari benang wol dan bulu ayam yang berwarna, ada yang memakai pakaian adat pesisir dan pendatang dari luar papua memakai pakaian adatnya.

Lukas mendapat kelompok tarian dengan 3 teman perempuan yg brasal dari wamena ( Maria, Ana, dan Agu).

Lukas tiba di sekolah dengan memakai koteka dan tombak panjang. Semua mata tertuju padanya dan tanpa rasa malu Lukas masuk ke kelasnya untuk bertemu teman temannya.

Maria: buka jalan, kepala suku mau lewat…

Agu : Au … Lukas bahaya motok…

Ana, (seorang gadis cantik berdarah Wamena Jawa): kawan ko dari rumah pake koteka baru ko datang ka?

Lukas: Iyo kawan…

Ana: ko tidak rasa bagaimana begitu… malu ka… apa ka…?

Lukas: tidak kawan, z pake koteka ya, ada mokar jadi z tidak malu…

Ana: ya ya ya… jadi kalau tidak ada mokar ko pasti rasa malu.

Lukas : tidak begitu kawan, z punya bapa bilang mokar itu cuma pertama kali z pake koteka saja z akan dapat keberanian dan bangga dgn z punya pakaian adat. Setelah itu dan seterusnya z akan berani mencoba sesuatu yang baru tanpa rasa malu…

Ana: ae…. mantap o kawan… ko hebat.

Ujia segera di mulai, Lukas, Maria, Ana dan Agu menuju ke lapangan basket tempat diadakan ujian praktek. Tibalah giliran mereka untuk menari. Mereka bernyanyi etai yang menceritrakan kerasnya hidup dan pentingnya pendidikan dengan gerak tari yang khas dari Wamena.

Setelah selesai tak seorang pun yang bertepuk tangan, ibu guru mulok berdiri dari meja penilaian dan memberikan tepuk tangan menandakan rasa bangga dengan penampilan Lukas.

Bu guru Ani: Lukas, ibu minta maaf tidak kasi ko nilai di pelajaran Mulok, tapi penampilanmu kali ini akan mengisi semua nilai mulokmu yg kosong di daftar nilai.

Lukas: Tidak papa ibu, kenapa begitu ibu?

Bu guru Ani: karena ko sudah tampil asli dengan pakaian adatmu hasil buatanmu sendiri.

Lukas: ibu tahu dari mana? kalau ini z yang buat sendiri.

Bu guru Ani: baca di internet seorang turis yang datang wawancara ko punya bapa dan ko punya bapa cerita tentang ko lagi …

Lukas: iyo ka … ae…

Bu guru Ani: iya anak, ibu jadi sadar akan pentingnya membuat pakaian adat, dan mulai semester depan akan ada pelajaran membuat noken koteka, dan pakaian adat tradiaional Wamena.

Lukas: iya ibu, z punya bapa bilang, pakaian adat itu jati diri.

Bu guru Ani: betul sekali Lukas, ibu sudah lihat ko punya jati diri dan ada berita gembira buat ko…

Lukas: ah…iyo k ibu… berita gembira apa?

Bu guru Ani: kelompokmu dapat nilai tertinggi dan khusus buat ko… ko terpilih menjadi….

 

~ Bersambung ~

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Guardiola, sepakbola dan mimpi Catalonia merdeka
Next Article Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
3 days ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
4 days ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
4 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
5 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?