Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Lukas Enembe dan Paias Wingti Dalam “Sistem Politik Bigman”
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Lukas Enembe dan Paias Wingti Dalam “Sistem Politik Bigman”

Lukas Enembe dan Paias Wingti Dalam “Sistem Politik Bigman”

admin
Last updated: September 5, 2019 11:00
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
6 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Adalah profesor doktor dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti yang kini menjabat Dubes RI untuk Tunisia menyandingkan Lukas Enembe dan Paias Wingty, mantan perdana menteri Papua New Guinea dari Mt Hagen Province di PNG dalam debat kandidat Gubernur Papua 2005 di sasana Krida Kantor Gubernur Papua.

Iklan Nirmeke

Pertama, Ikrar Nusa Bhakti, Ph.D. di bidang Sejarah Politik dari School of Modern Asian Studies, Griffith University Brisbane, Australia menegaskan keduanya sama-sama berasal dari pegunungan tengah pulau New Guinea.

Wingty dari Mount Hagen Barat, PNG dan Lukas Enembe dari Puncak Jaya, Provinsi Papua di Barat Pulau New Guinea. Paias Wingty pertama kali menjadi PM Papua New Guinea sebagai salah satu pembaru pembangunan di PNG. Paias Wingty selalu mengingatkan rakyat di PNG, “Kerjakanlah tanah, kalau kalian mau memberikan sumbangsih sebesar 50 persen kerja keras dan pemerintah akan mengerjakan 50 persen lainnya di bidang infrastruktur.”

Tepatnya 18 Juli 1991 Paias Wingti terpilih di Parlemen PNG mengantikan Rabi Namaliu menjadi Perdana Menteri pertama dari orang-orang pegunungan tengah, baik di Papua New Guniea mau pun Provinsi Papua. Begitu pula Lukas Enembe kini menjabat gubernur Papua dan akan kembali mencalonkan untuk periode 2018-2022.

Paias kelahiran 2 Februari 1951 di Kampung Moika, dekat Gunung Hageb yang kaya akan tambang emas, pernah menjabat sebagai Perdana Menteri ketiga Papua Nugini, periode 1985-1988 dan sekali lagi 1992-1994. Ia berasal dari Suku If, Provinsi Dataran Tinggi Barat, PNG.

Paias Wingty anak seorang kepala suku dari 18 bersaudara. Pada usia ke-41 dia terpilih menjadi Perdana Menteri Papua New Guinea (PNG) dengan berhasil mengalahkan Rabi Namaliu hanya berbeda satu suara.

Para pengamat politik di PNG menyebut Wingti sebagai seorang pemimpin yang tegas dibanding para pendahulunya. Apalagi Paias Wingti juga sangat mementingkan pembangunan ekonomi di negara yang kaya akan sumber daya alam tersebut. Pertambangan emas di Porgera merupakan terbesar di dunia, bahkan tempat kelahiran Paias Wingti pun penghasil emas.

Salah satu pesan penting Paias Winti saat menjadi PM kepada rakyat Papua New Guinea setiap melakukan kunjungan di seluruh negeri adalah ada uang di tanah PNG.

Ketika terjadi hama yang menyerang perkebunan kopi rakyat di pegunungan tengah mulai dari Goroka sampai ke Mt Hagen, Wingty berani mengeluarkan jutaan kina untuk memerangi hama tersebut. Kini masyarakat di Goroka maupun Mount Hagen menyebut kopi sebagai Green Gold atau emas hijau.

Lalu bagaimana antara Lukas Enembe dan Paias Wingty? Keduanya pemimpin yang sama-sama anti dengan minuman keras dan tidak suka makan pinang. Paias Wingty termasuk PM Papua New Guinea yang anti miras sehingga membuat pihak Jakarta panik dan kaget ketika Wingty berkunjung ke Indonesia di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Lukas Enembe yang lahir di Mamit, 27 Juli 1967 merupakan sosok Gubernur Papua yang dianggap berani melawan Jakarta. Tak heran kalau Pdt Herman Saud menilai, mantan bupati Puncak Jaya ini berani mengeluarkan pendapat jika bicara soal Papua. Gebrakannya dianggap kontroversial, termasuk menebang pohon beringin di Kantor Gubernur Papua ketika pertama kali menjabat gubernur. Bahkan Lukas Enembe pernah mengatakan dengan tegas bahwa satu nyawa orang Papua mahal harganya.

 

Iklan Otomatis

Bigman antara PNG dan Papua Barat

Menurut Dr JR Mansoben dalam disertasinya di Universitas Leinden, Negeri Belanda berjudul “Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya” (1995), ‘bigman’ atau pria berwibawa, diperoleh melalui pencapaian. Sumber kekuasaan terletak pada kemampuan individual, kekayaan material, kepandaian berdiplomasi atau berpidato, keberanian memimpin perang, fisik tubuh yang besar, sifat bermurah hati, dan dermawan. Pelaksanaan kekuasaan biasanya dijalankan oleh satu orang. Etnik yang menganut sistem kepempinan pria berwibawa di Tanah Papua adalah orang Dani, Asmat, Mee, Meibrat, Muyu, dan Malind Anim.

Menyimak pendapat Mansoben ini tak heran kalau Lukas Enembe dan Paias Wingty bisa mencapai kepemimpinan pria berwibawa karena memiliki semuanya. Lukas Enembe setelah meraih jabatan bupati Puncak Jaya langsung terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat. Ini berarti Lukas Enembe memiliki kekuasaan politik dan kekuasan dalam pemerintahan sampai sekarang menjabat gubernur Papua juga memimpin Partai Demokrat.

Hal ini kemudian merebak pula kepada Bupati Yahukimo Abock Yusup, juga menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua, Bupati Paniai Hengki Kayame memimpin Partai Hanura. Berbeda dengan John Wempi Wetipo dan Ones Pahabol menjabat bupati, tetapi tidak memimpin partai politik. Meskipun Ones Pahabol pentolan Partai Golkar, tetapi toh ketua umum Partai Golkar Papua sekarang adalah Klemen Tinal, pasangan Lukas Enembe dalam Pilkada mendatang.

Lukas Enembe punya kemampuan individual sehingga berhasil meraih kedudukan politik, baik dalam pemerintahan maupun partai politik. Tak heran kalau pengaruhnya sangat besar kepada generasi muda Papua yang melakukan demo mendukung Lukas Enembe saat dipanggil ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta. Enembe berhasil tampil sebagai kader partai dan juga pemimpin politik.(*)

 

Dominggus A Mampioper adalah Pemimpin Redaksi Jubi.

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Kisah Penghuni Berjuang di asrama mahasiswa daerah
Next Article Sebanyak 23 balita di Pegunungan Bintang meninggal karena gizi buruk
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Gelar Natal Bersama dan Syukuran HUT ke-23, Uskup Minta Hentikan Kekerasan di Papua
Tanah Papua
3 days ago
Anggota DPR RI Arianto Kogoya Hadiri Seminar Nasional BEM Uncen, Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif di Papua
Pendidikan Tanah Papua
3 days ago
KNPB Wilayah Nabire Soroti Rentetan Pelanggaran HAM di Papua pada Peringatan Hari HAM Sedunia
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Pemuda Baptis West Papua Gelar Hening Cipta dan Seminar HAM pada Peringatan HUT ke-20
Tanah Papua
4 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?