Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

Jayapura, nirmeke.com – Black Brother group band asal Papua pernah mendendangkan lagu yang berkisah tentang peristiwa Arfai 1965 di Manokwari, Papua Barat. “Pada tahun 1965, 28 Juli markas Arfai di serang oleh laskar Papua. Kami tentara sapu rata batalyon Kasuari,” begitulah syair lagu mengisahkan penyerangan di bukit Arfai yang kini di bangun kantor Gubernur Papua Barat.

Permenas Ferry Awom mantan anggota PVK bersama anak buahnya menyerang asrama Yonif 641/Tjendrawasih I di bukit Arfai. Akibatnya tiga orang anggota ABRI tewas. Amiruddin al Rahab dalam artikelnya berjudul “Operasi-operasi militer di Papua pagar makan tanaman?” menyebutkan usai penyerangan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) melancarkan operasi sadar di bawah komando Pangdam Brigjen R. Kartidjo untuk menghancurkan kelompok perlawanan.

Operasi Sadar ini tidak saja bertujuan untuk mematahkan perlawanan yang terjadi di Manokwari, tetapi juga menegaskan kekuasaan Kodam XVII/Cendrawasih atas seluruh wilayah Papua. Tugas operasi melakukan penghancuran terhadap gerombolan yang bergerak di sekitar Manokwari dan Kebar. Minimal menangkap pentolan pemimpin bukit Arfai Ferry Awom dan Julianus Wanma, baik mati atau hidup.

Tak heran kalau kalau operasi ini dilancarkan secara intensif dan terus menerus di kampung-kampung yang diduga sebagai basis pentolan pergerakan perlawanan Papua Merdeka kala itu. Belakangan Ferry Awom dan anak buahnya menyerahkan diri dan di terima Pangdam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI Acub Zainal.

Kini pemetintah Amerika Serikat membuka kembali dokumen-dokumen lama tentang peristiwa Arfai dan juga dokumen G 30 S PKI. Dokumen itu memang penting, tetapi yang jelas membuka luka-luka lama yang tak akan pernah menyembukan rasa sakit. Paling tidak ada upaya hukum untuk menuntaskan kasus-kasus masa lalu di tanah Papua. (*)

ADMIN

Tinggalkan Balasan