Sebagian Besar Masyarakat Korowai Belum Memiliki KTP dan Jamkespa

Jayapura, nirmeke.com – Suku Korowai dengan populasi 3000 orang yang ada di 4 daerah perbatasan baik kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel dan Yahukimo rata-rata masyarakat belum memiliki data kependudukan baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Jaminan Kesehatan Papua (Jamkespa).

Hal tersebut di katakan Jimmy Weyato penginjil di Danowage ketika di wawancara Jubi bulan Oktober kemarin di kediamannya Danowage, Korowai Batu. Minggu, (12/11/2017).

Pendataan masyarakat belum di pernah di lakukan oleh Pemda setempat dengan baik dan benar sesuai prosedur karena dengan adanya kartu tersebut sangat membantu masyarakat untuk berobat dan lainnya.

“Di Danowage ini kita bisa tanya sendiri ke masyarakat siapa saja yang memiliki KTP dan urusnya dimana? Bagaimana mau urus kalau petugas saja tidak pernah datang dan mendatai masyarakat.”

Pemda biasanya memanipulasi nama KTP ketika mendekati pemilihan bupati. Saat ini petugas dari dinas datang dan melakukan pendataan saja setelah itu balik lagi. Kehadian seperti ini selalu terjadi ketika memasuki pemilihan kepala daerah.

“4 kabupaten yang berbatasan masuk dalam suku Korowai adalah kabupaten Boven Digoel di distrik Firiwage dan Yaniruma, kabupaten Mppi di distrik Amasu, kabupaten Asmat di distrik Suator dan kabupaten Yahukimo distrik Seradala yang seharusnya memiliki tanggung jawab untuk mendata penduduknya masing-masing bukan saling melempar tanggung jawab seperti masalah kesehatan  dan pendidikan.”

Jimmy menambahkan kartu seperti KTP, Jamkespa, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak pernah di miliki oleh Masyarakat Korowai sebagian besar dan mereka hanya tau namanya saja tetapi tidak tau barang-barang tersebut di gunakan seperti apa dan bentuknya seperti apa.

“Dengan adanya kartu-kartu seperti di atas saya pikir dapat menolong masyarakat Korowai. yang sakit di berangkatkan untuk berobat di RSUD Wamena, RSUD Yawari karena kartu tersebut akan sangat membantu mereka saat melakukan registrasi.”

Karena kata Jimmy, ada beberapa kejadian terjadi terhadap masyarakat pedalaman Korowai yang berobat tidak di layani karena tidak memiliki identitasi diri seperti KTP dan Jamkespa.

“Seperti halnya di alamai penginjil Butukmahkot Nataber Alia 34 Tahun berobat di RSUD Wamena pada 17 Agustus 2016 ia berobat karena luka gigitan babi hutan namun setelah di bersihkan luka Nataber di suruh pulang karena tidak memiliki kartu Jamkespa dan KTP meski sudah di sampaikan bahwa di sana tidak ada tempat pelayanan untuk buat KTP dan Jamkespa.”

Semenata itu ketua Kominitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (KOPKEDAT) Papua Yan Akobiarek juga mengatakan hal yang sama terbukti dengan kepemilikan KTP salah satu masyarakat Korowai dari kampung Burukmahkot distrik Serasala kabupaten Yahukimo karena tanggal lahir tidak sesuai dengan tulisan yang terterah di KTP.

“Petugas hanya datang mendata masyarakat lalu di buatkan KTP itu saat mendekati pemilihan. Ada teman saya dari Burukmahkot kelahiran 1988 dalam KTP di buat kelahiran 1962 inikan lucu dan petugas yang buat asal tulis saja.”

Kata Yan, Pemerintah harus memberdayakan masyarakat asli dengan baik agar apa yang menjadi haknya bisa dimiliki seperti pelayanan kesehatan yang baik dan pendidikan yang baik. KTP tersebut masih di simpan kawannya di Burukmahkot. (*)

Tinggalkan Balasan