5 Daerah di Korowai Harus Jadi Perhatian Khusus Pemprov Papua

Danowage – Pemerintah provinsi Papua harus mengambil alih 5 daerah perbatasan yang ada di Korowai menjadi satu daerah khusus di perioritaskan untuk memperhatikan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan.

Hal tersebut di sampaikan misionaris GIDI Mr. Trevor Johnson ketika bercerita terkait kesehatan dan pendidikan di Korowai. Rabu, (18/10/2017), Danowage, Boven Digoel.

Lanjutnya, 5 daerah perbatasan dari 4 kabupaten ini di antaranya distrik Firiwage dan distrik Yaniruma kabupaten Boven Digoel, distrik Amasu kabupaten Mapi, distrik Suator kabupaten Asmat dan distrik Siradela kabupaten Yahukimo.

“5 daerah ini Pemda setempat tidak pernah sekalipun melihat baik di bidang kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Lanjutnya, Harus ada perhatian khusus untuk daerah Korowai oleh Pemda maupun pemerintah provinsi di Papua. Saya pikir daerah Korowai pemerintah seakan di lupakan dan saya prihatin karena pemerintah sering mengabaikan.

Trevor berharap Pemda maupun Pemprov Papua dapat memperhatikan kesehatan masyarakat yang ada di beberapa kampung terpencil di Korowai karena di setiap kampung tersebut tidak ada pelayanan kesehatan rutin dan ia berharap juga ada tenaga tetap di bidang kesehatan.

Sementara itu guru perintis di Danowage Jimmy Weyato juga mengatakan 5 daerah perbatasan ini seakan pemerintah setempat melupakan mereka karena bagaimana tidak kesehatan dan pendidikan saja tidak menyentuh mereka.

“Kami hanya tau nama Otsus itu tapi orang Korowai tidak tau Otsus itu seperti apa dan manfaat untuk mereka seperti apa,” katanya.

Lanjutnya, Banyak orang yang mati karena kurang penanganan oleh petugas kesehatan, banyak anak usia sekolah yang buta huruf karena tidak ada sekolah dan tenaga pengajar tetap.

Ketua Kopkedat Papua Yan Akobiarek juga menyayangkan tindakan pemerintah yang memberikan dana tanpa pengawasan kepada masyarakat karena dana yang di berikan tidak di manfaatkan baik seharusnya digunakan apa yang paling di butuhkan oleh masyarakat tersebut.

“Contohnya di kampung Ayak distrik Klofbraza kabupaten Asmat melakukan pembuatan jalan tanah 60 meter sumber dana dari alokasi dana desa tahun 2017 Rp. 90.600 ribu seharusnya di gunakan untuk sewa guru dan membuat sekolah itu yang lebih penting karena membangun jalan bukan paling penting sekarang tapi SDM karena angka buta huruf paling tinggi baik dari anak sampai orang tua,” harapnya. (*)

@ADMIN

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: