Misionaris GIDI Bersama Kopkedat Papua Lakukan Pelayanan Kesehatan di Korowai

 

Danowage, nirmeke.com  – Kopkedat Papua bersama Misionaris GIDI hari ini melakukan pelayanan kesehatan di 3 kampung di Korowai mengunakan Helivida yang di sewa oleh Mr. Trevor Chistian Johnson melalui sumbangan dari teman-teman donatur group WhatsAppnya.

Tiga kampung yang di kunjungi diantaranya kampung Burukmahkot distrik Seradala kabupaten Yahukimo, kampung Okmakot distrik Seradala kabupaten Yahukimo dan Kampung Ayak distrik Kolofbrasa kabupaten Asmat.

Tim mengunjungi kampung Burukmahkot pukul 10 pagi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat setempat dengan mengumpulkan mereka di gereja lalu memeriksa warga yang sakit berat hingga yang ringan.

“Kesehatan yang di periksa baik itu malaria, penyakit kulit, kurang gizi, batuk, bisul dan kudis setelah kami periksa kami berikan obat kepada warga baik vitamin kepada anak, obat tambah darah, obat malaria, makanan gizi untuk ibu hamil, obat panuh dan obat kudis serta pembagian Alkitab kepada hamba Tuhan di tiga kampung.”

Hal tersebut di sampaikan Mr. Trevor kepada Jubi saat pengobatan berlangsung yang di tanganinya sendiri di tiga kampung tersebut.

Lanjutnya alasan dirinya melakukan pelayanan tersebut karena sebagai hamba Tuhan ia prihatin dengan kondisi kesehatan masyarakat yang ada di beberapa kampung terpencil di tengah hutan Korowai.

“Harus ada perhatian khusus untuk daerah Korowai oleh Pemda maupun pemerintah provinsi di Papua. Saya pikir daerah Korowai pemerintah seakan di lupakan dan saya prihatin karena pemerintah sering mengabaikan.”

Trevor berharap Pemda maupun Pemprov Papua dapat memperhatikan kesehatan masyarakat yang ada di beberapa kampung terpencil di Korowai karena di setiap kampung tersebut tidak ada pelayanan kesehatan rutin dan ia berharap juga ada tenaga tetap di bidang kesehatan.

Sementara itu ketua Kopkedat Papua Yan Akobiarek berharap pemerintah harus bertindak cepat terkait kesehatan di Korowai.

“Mereka ini dari lahir sudah sakit sampai tua pun sakit jadi jangan heran klo di Korowai banyak orang yang meninggal karena itu hal yang biasa,” kesal Yan.

Ia berharap Dinas Kesehatan harus membuat klinik di beberapa tempat di Korowai karena di kampung Ayak dan Omakot banyak warga yang ada baik balita, anak dan orang tua karena dari pantauan kami keluhan kesehatan yang paling banyak adalah penyakit kulit kaskado, batuk dan malaria serta limpa (perut buncit) baik anak maupun orang tua, kurang gizi dan TBC.

Dari pantauan Jubi di tiga kampung tersebut warga sangat antusias sekali dengan kehadiran pelayanan kesehatan. Jumlah warga yang melakukan pengobatan di kampung Burukmahkot kurang lebih 113 warga, kampung Okmahkot 50 warga dan kampung Ayak kurang lebih 200 orang baik anak maupun remaja dan orang dewasa.(*)

@ADMIN

Tinggalkan Balasan